Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari. Foto: Antara.
MBG Disetop Selama Libur Sekolah, BGN Yakin Hemat Rp3 Triliun
Farhan Zhuhri • 18 June 2026 20:37
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memberikan insentif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah, seiring dengan dihentikannya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan itu diyakini mampu menghemat anggaran hingga triliunan rupiah.
"Kalau kita melihat jumlah SPPG yang telah beroperasi dikalikan insentif per hari selama 18 hari, maka kita bisa melakukan efisiensi sebesar Rp3 triliun lebih. Ini angka yang cukup signifikan," ujar Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari, dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca Juga :
BGN: 76 Sekolah di Jawa Tak Lagi Terima MBG
Selama ini, setiap SPPG memperoleh insentif hingga Rp6 juta per hari meski belum beroperasi secara penuh atau jumlah penerima manfaat belum mencapai kapasitas maksimal. BGN mencatat saat ini terdapat 27.820 SPPG yang telah beroperasi.
“Dengan tidak didistribusikannya MBG maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif. Itu yang paling penting,” kata Agustina.
(1).jpg)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. BGN.
Kebijakan penghentian sementara program MBG selama libur sekolah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode hari libur. Langkah ini diambil seiring penetapan masa libur sekolah oleh pemerintah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Berbeda dengan periode libur Ramadan sebelumnya yang masih menerapkan mekanisme distribusi paket makanan secara bundling, kali ini BGN memilih menghentikan seluruh distribusi selama masa libur.
"Kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG dengan maksud untuk standarisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan penataan kembali operasional program,” kata Agustina.