Pezeshkian mengatakan Iran akan segera merespons jika AS kembali memenuhi komitmennya soal MoU Islamabad. (Anadolu Agency)
Iran Tegaskan Siap Merespons jika AS Penuhi Komitmen MoU Islamabad
Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 15:14
Bishkek: Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran akan segera memberikan respons jika Amerika Serikat kembali memenuhi komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam pidatonya pada KTT ke-26 Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, Selasa, 1 September 2026.
“Saya menegaskan dengan jelas bahwa jika Amerika Serikat kembali pada komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Republik Islam Iran akan segera memberikan respons,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Anadolu Agency.
Ia menuduh Washington tidak memenuhi kesepakatan kurang dari dua pekan setelah nota tersebut ditandatangani. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan AS telah dibalas Teheran secara proporsional.
Pezeshkian mengatakan kesepakatan itu tercapai setelah 40 hari konflik dan hampir tiga bulan perundingan yang dimediasi Pakistan serta Qatar.
Ia mengklaim Washington akhirnya menyetujui gencatan senjata setelah gagal mencapai tujuan yang diharapkan selama konflik berlangsung.
MoU Islamabad dicapai pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan dan Qatar setelah konflik militer antara Iran dan AS. Kesepakatan itu mencakup penghentian permusuhan, persoalan Selat Hormuz, serta kelanjutan perundingan antara Teheran dan Washington.
Dalam pidatonya di forum SCO, Pezeshkian juga mengusulkan tiga langkah untuk memperkuat peran organisasi tersebut, yakni pembentukan bank, pendirian serikat asuransi ekspor dan investasi, serta pembentukan konsorsium energi.
KTT SCO mempertemukan para pemimpin dari 10 negara anggota untuk membahas keamanan regional serta kerja sama politik dan ekonomi.
Didirikan pada 2001, SCO beranggotakan Belarusia, Tiongkok, India, Iran, Kazakhstan, Kirgizstan, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan. Iran menjadi anggota penuh organisasi tersebut pada 2023.
Baca juga: Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Berperang usai AS Serang Pulau Larak