Harga Bahan Bakar Minyak di Jerman Melonjak, Tembus Rp44 Ribu/Liter

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Bahan Bakar Minyak di Jerman Melonjak, Tembus Rp44 Ribu/Liter

Eko Nordiansyah • 21 August 2026 11:33

Muenster: Klub otomotif terbesar di Jerman, Allgemeiner Deutscher Automobil-Club (ADAC) memperingatkan harga bahan bakar minyak yang melonjak setiap minggunya.

Melansir Xinhua, Jumat, 21 Agustus 2026, klub otomotif tersebut mengatakan harga rata-rata bensin super E10 mencapai 2,16 euro atau USD2,52 per liter. Harga bensin sekitar Rp44.906 (1 EUR = Rp20.790).

Harga tersebut melonjak sebesar 3,7 sen dari minggu sebelumnya, sementara harga solar naik 5,3 sen menjadi 2,25 euro (USD2,62) per liter.

Seorang ahli pasar bahan bakar ADAC, Christian Laberer, menyebut kondisi Sungai Rhine sebagai salah satu faktor domestik yang berpengaruh. Rendahnya permukaan air sungai tersebut menghambat distribusi dan logistik bahan bakar di wilayah barat Jerman.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Sungai surut ganggu pengiriman

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, permukaan air Sungai Rhine di Kaub yang menjadi titik acuan penting untuk pelayaran di Jerman, turun di bawah 10 sentimeter mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Akibatnya, harga bahan bakar minyak melambung di tiga negara bagian Jerman yang dilalui Sungai Rhine, yakni Rhineland-Palatinate, Rhine Utara-Westphalia, dan Hesse.

Kebijakan margin perusahaan minyak mendorong kenaikan harga bahan bakar

Selain tren pasar minyak global dan kondisi geopolitik yang memanas, Die Welt melaporkan pada melaporkan Rabu, 19 Agustus 2026, margin keuntungan yang tidak proporsional yang diterapkan oleh perusahaan minyak juga mendorong kenaikan harga bahan bakar di Jerman.

Menurut Johannes Schwanitz, seorang profesor di Universitas Ilmu Terapan Muenster di Jerman, perusahaan minyak memanfaatkan kondisi pasar saat ini untuk memperluas margin keuntungan mereka secara signifikan.

Berdasarkan analisisnya, harga bahan bakar ritel telah jauh berbeda dari biaya minyak mentah sejak berakhirnya diskon bahan bakar sementara Jerman pada 30 Juni 2026. Hal tersebut disebabkan oleh industri yang menerapkan margin keuntungan jauh lebih tinggi dari biasanya untuk menghasilkan keuntungan tambahan yang substansial.

Prospek harga bahan bakar tetap suram untuk beberapa minggu mendatang. Analis pasar memperkirakan penurunan harga yang signifikan baru akan terjadi setelah situasi geopolitik stabil dan permukaan air sungai kembali ke titik yang memungkinkan operasi pelayaran pedalaman normal. (Selsha Septifanie Gunawan

(Eko Nordiansyah)