Kemenhut Pastikan Karhutla di Way Kambas Tak Berdampak ke Habitat Gajah

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung. ANTARA/HO-Kemenhut

Kemenhut Pastikan Karhutla di Way Kambas Tak Berdampak ke Habitat Gajah

Whisnu Mardiansyah • 23 August 2026 16:25

Lampung Timur: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kebakaran yang terjadi di Resor Kuala Penet itu diperkirakan berdampak pada area seluas 673 hektare.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak," tuturnya, seperti dilansir Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang berada di habitat alami maupun Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung kebakaran. Petugas tetap memantau pergerakan gajah liar dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan terhadap satwa tetap berjalan.
 


Kebakaran Libatkan 250 Personel

Kebakaran di Resor Kuala Penet mulai terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026. Luas area terdampak sementara diperkirakan mencapai 673 hektare. Data tersebut masih dapat berubah setelah dilakukan verifikasi lapangan.

Sekitar 250 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, dan Masyarakat Peduli Api.

Proses pengendalian kebakaran turut dipantau oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur.

Upaya pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, antara lain karakteristik lahan gambut, akses menuju lokasi yang sulit, serta sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran. Sejumlah area bahkan hanya dapat dijangkau personel dengan berjalan kaki.


Anak gajah yang lahir tepat pada HUT ke-81 RI bersama induknya di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, Sumsel, Senin (17/8/2026) . ANTARA/HO-Kemenhut.


Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Kondisi lahan gambut memerlukan pemantauan lanjutan karena api dapat kembali muncul sehingga petugas tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran berulang.

Balai Taman Nasional Way Kambas juga akan meningkatkan patroli dan pengamanan kawasan. Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat akan diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan konservasi.

Kemenhut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran serta upaya perlindungan gajah sumatra dan satwa liar lainnya.

(Whisnu M)