Ilustrasi: Tinggi gelombang perairan Banten selatan berkisar 1,5 meter hingga 2,5 meter sehingga waspada nelayan untuk menghindari kecelakaan laut. ANTARA/Mansyur
Waspada Cuaca Ekstrem di Banten 3-8 Mei 2026
Whisnu Mardiansyah • 3 May 2026 11:12
Banten: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Banten agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem tersebut ditandai dengan hujan lebat disertai petir, kilat, dan angin kencang yang diprakirakan terjadi mulai tanggal 3 hingga 8 Mei 2026.
BMKG memprakirakan beberapa fenomena atmosfer yang tengah aktif berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Hujan tersebut dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di Provinsi Banten.
Potensi cuaca pada periode 3 hingga 5 Mei 2026. Hujan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang Selatan.
"Sementara itu, hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang bagian tengah dan utara, serta Kota Tangerang," kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Hartanto, dalam keterangan yang diterima di Lebak, seperti dilansir Antara, Minggu, 3 Mei 2026.
Selanjutnya, pada periode 6 hingga 8 Mei 2026, Hartanto menyebut masyarakat perlu mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak, serta Kabupaten Tangerang bagian selatan.
Lebih lanjut, Hartanto mengatakan masyarakat juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi kategori sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter. Gelombang tersebut berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, dan perairan selatan Lebak.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Masyarakat diimbau melakukan langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar. Langkah tersebut meliputi memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir, dan mengamankan barang-barang penting.
Masyarakat juga diimbau memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.