Tiga Kecamatan di Langkat Terendam Banjir, Ratusan KK Terdampak

Salah satu rumah warga yang terdampak banjir di Langkat. ANTARA/HO-BPBD Langkat

Tiga Kecamatan di Langkat Terendam Banjir, Ratusan KK Terdampak

Silvana Febiari • 8 September 2026 12:49

Langkat: Tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan sejumlah sungai meluap. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batang Serangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura.

Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat Ansyari mengatakan kondisi tersebut juga menyebabkan tanggul pengaman sungai jebol di beberapa titik.

"Banjir berawal dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus di wilayah hulu sejak Senin, sehingga debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga. Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul pengaman sungai di beberapa titik, sehingga air meluap lebih cepat dan meluas ke pemukiman," kata Ansyari, dilansir dari Antara, Selasa, 8 September 2026. 


Di Kecamatan Padang Tualang, kondisi juga diperberat oleh pasang tinggi air laut di muara sungai. Hal ini menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar ke laut dan justru kembali meluap ke daratan.

"Belum ada laporan korban jiwa," ujar Ansyari.

Tiga dusun di Kecamatan Padang Tualang terdampak cukup signifikan. Di Dusun 12 Benteng Rejo, sebanyak 600 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air mencapai 30–120 sentimeter.

Sementara di Dusun 11 Tegal Rejo, sebanyak 250 KK terdampak dengan ketinggian air 25–95 sentimeter. Adapun di Dusun Somor Bor, terdapat 260 KK terdampak dengan ketinggian air 20–30 sentimeter.

"Data dampak di Kecamatan Batang Sarangan dan Kecamatan Tanjung Pura masih dalam proses pendataan dan akan dilaporkan secara lengkap segera setelah data terkumpul," ungkap Ansyari.


Ilustrasi: Pengemudi becak motor (betor) menembus air yang menggenang di Jalan Denai, Medan, Sumatra Utara. FOTO ANTARA/Kiki Cahyadi/pd/pri.


BPBD Langkat terus memantau kondisi di tiga kecamatan terdampak. Bantuan juga telah disalurkan berupa sembako, tenda keluarga, dan dua perahu fiber untuk mendukung penanganan banjir.

"Tim BPBD turun langsung ke lokasi membawa bantuan logistik serta peralatan guna keperluan penyaluran bantuan maupun apabila diperlukan evakuasi," tuturnya.

BPBD Langkat berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Polsek, Koramil, dan puskesmas di masing-masing wilayah guna kesiapan penanganan bersama. Personel serta perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi disiagakan jika kondisi memburuk atau tanggul kembali jebol.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air serta kerusakan akibat jebolnya tanggul, dan bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila diperlukan," imbaunya.

(Silvana Febiari)