15 Kecamatan Terdampak Abu Anak Krakatau, BNPB: Belum Ada Korban Jiwa

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Tangkapan layar

15 Kecamatan Terdampak Abu Anak Krakatau, BNPB: Belum Ada Korban Jiwa

Lukman Diah Sari • 6 September 2026 11:45

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) mengungkapkan sebanyak 15 kecamatan di Provinsi Lampung dan Provinsi Banten terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Minggu dini hari, 6 September 2026. Kepala BNPB Suharyanto memastikan belum ada laporan korban jiwa akibat dampak erupsi GAK.

"Tadi kami sudah melakukan video conference dengan para kepala pelaksana badan Penanggulan Bencana Daerah. Semua melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa sementara yang dilaporkan," ujar Suharyanto dalam siaran pers resmi BNPB, Minggu, 6 September 2026. 

Berdasarkan data BNPB, berikut 15 kecamatan terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau: 


"Dampak secara fisik ini terus masih dilakukan pendataan. Memang di Provinsi Jakarta, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung ini semuanya terpapar abu vulkanik," jelas dia. 

Suharyanto mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau, selain itu, tim pendahulu juga telah dikirim ke daerah bencana. Pada tahap pertama, ada 10 personel yang telah berangkan. 

"Mereka akan memantau secara langsung situasi di lapangan terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri maupun dampaknya kepada masyarakat. Kemudian yang kedua juga kami sudah melaksanakan pengecekan," jelas dia.

Selanjutnya, kata Suharyanto, pengecekan terkait dengan kesiapan alat perangkat. Termasuk juga mengecek ketersediaan permakanan, gudang-gudang logistik milik pemerintah kaupaten, pemerintah provinsi.

"Jangan sampai nanti kosong isinya dan apabila memang diperlukan untuk bantuan dari pemerintah pusat, ini kami akan segera dorong," ujar dia.

Dia menginformasikan bawah belum ada pemerintah kabupaten maupun provinsi yang terdampak di Banten dan Lampung menetapkan status darurat. Namun, dia menekankan bahwa tim sudah dikirim ke lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Tentu saja juga kami akan koordinasi terus, ini adalah salah satu bentuk koordinasi dari Kementerian Lembaga," kata dia. 

(Lukman Diah Sari)