BMKG Sebut Dentuman di Bandung Merupakan Fenomena Gempa Langit

Ilustrasi langit cerah. Foto: Pexels.com/Gigi WK.

BMKG Sebut Dentuman di Bandung Merupakan Fenomena Gempa Langit

Muhammad Adyatma Damardjati • 5 September 2026 12:48

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklasifikasikan rentetan suara dentuman di wilayah Bandung Raya sebagai fenomena gempa langit atau skyquake. Hal ini berdasarkan alat pemantauan yang tidak mendeteksi adanya aktivitas tektonik maupun cuaca ekstrem di kawasan tersebut pada rentang 4–5 September 2026.

"Aktivitas tersebut di Bandung Raya dan sekitarnya kita definisikan sebagai skyquake atau dentuman langit, atau disebut juga dengan gempa langit," ujar Kepala Stasiun Geofisika Bandung Suaidi Ahadi, dalam konferensi pers, Sabtu, 5 September 2026.

Suaidi mengatakan, berdasarkan pemantauan seismik, seluruh jalur patahan aktif di wilayah Jawa Barat, termasuk Sesar Lembang, berada dalam kondisi stabil tanpa pergerakan. BMKG juga mengonfirmasi ketiadaan pertumbuhan awan hujan maupun aktivitas sambaran petir di langit Cekungan Bandung saat suara gemuruh dilaporkan terdengar pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

"Berdasarkan hasil pemantauan dari data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan. Aktivitas seismik di Sesar Lembang tidak signifikan," kata Suaidi.


Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 5 September 2026. Foto: Antara.

Menurut dia, fenomena gempa langit ini memiliki rekam jejak yang sama dengan kejadian di wilayah Bogor pada April 2020. BMKG mengimbau warga untuk menjalankan rutinitas secara normal mengingat seluruh parameter geofisika dan meteorologi di wilayah Bandung terbukti aman.

"Masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya tidak perlu panik, karena dari data petir, aktivitas atmosfer, aktivitas kegempaan untuk wilayah Bandung Raya dan sekitarnya pada jam itu tidak ada," kata Suaidi.

(Gabriella Thesa Widiari)