Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Tangkapan layar
PVMBG: Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Belum Menunjukkan Tanda Berhenti
Lukman Diah Sari • 6 September 2026 14:13
Jakarta: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Minggu, 6 September 2026, masih terpantau tinggi. Meski aktivitas vulkanik sempat melandai, erupsi dipastikan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
"Aktivitasnya belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, tetapi masih terus meningkat sehingga pemantauan terus dilakukan oleh PVMBG," jelas Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati dalam konferensi pers Update Situasi Pascaerupsi Gunung Anak Krakaatu, Minggu, 6 September 2026.
"Status itu menunjukkan tingkat tinggi dan erupsi dapat terjadi. Tapi ancaman yang teridentifikasi masih terkonsentrasi di tubuh Anak Krakatau, belum ada potensi mengancam pemukiman," ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria.

Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. BNPB.
Lana memastikan pihaknya terus melakukan evaluasi berkala dan mengimbau masyarakat untuk disiplin menjauhi radius aman yang telah ditetapkan yakni 3 kilometer. Menurut Lana, batas radius aman tersebut berpotensi diperluas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, seperti lonjakan energi atau lontaran material yang lebih jauh.
"Warga terdampak abu wajib menggunakan masker, dan masyarakat diharapkan tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang berasal dari sumber tidak resmi," pesan Lana.