Sebagian Besar Tim Keamanan Maduro Tewas saat AS Lakukan Penyerangan

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino. Foto: Anadolu

Sebagian Besar Tim Keamanan Maduro Tewas saat AS Lakukan Penyerangan

Fajar Nugraha • 5 January 2026 09:03

Caracas: Sebagian besar tim keamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tewas selama operasi Amerika Serikat (AS) pada Sabtu 3 Januari 2026. Hal dipastikan oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino pada Minggu 4 Januari.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino menuduh personel militer AS yang melakukan operasi tersebut "dengan kejam membunuh sebagian besar tim keamanan (Maduro), tentara, dan warga sipil yang tidak bersalah."

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah korban. Padrino juga menyebut Maduro sebagai "pemimpin sejati dan sah" negara itu.

Pernyataannya disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan aksi militer AS pada hari Sabtu mengakibatkan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan berjanji untuk menegakkan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu, dengan pasukan AS jika perlu.

Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan memegang kekuasaan secara ilegal melalui kecurangan pemilu. Maduro, yang saat ini ditahan di fasilitas penahanan New York karena kasus narkoba, membantah tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas telah menyerukan pembebasannya.

Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya dengan "segera".

"Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama semua yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya," ungkap Padrino, seperti dikutip Anadolu, Senin 5 Januari 2025.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk "segera" menjabat sebagai presiden sementara.

Padrino juga mengatakan bahwa militer telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez.

"Kami sepenuhnya mendukung Dekrit Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional, yang telah ditandatangani sebelumnya," tambah Padrino.

Padrino mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara akan terus menggunakan "semua kemampuan yang tersedia" untuk keamanan, pemeliharaan ketertiban internal, dan pelestarian perdamaian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)