Ilustrasi freepik
Niat Salat Hajat: Tata Cara dan Keutamaannya
Putri Purnama Sari • 28 September 2025 13:10
Jakarta: Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti memiliki keinginan, harapan, atau kebutuhan yang ingin segera tercapai. Salah satu ikhtiar yang diajarkan dalam Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT adalah dengan melaksanakan salat hajat. Ibadah ini dilakukan ketika seorang Muslim memiliki suatu hajat atau permohonan khusus.
Dilansir dari NU Online, Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya yang berjudul Nihayatuz Zain menyarankan agar seseorang yang sedang berhajat agar senantiasa melaksanakan salat sunah hajatnya.
“Orang yang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat mashlahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukakun shalat hajat sebagaimana berikut,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103).
Salat hajat bisa dilakukan sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Salat hajat juga dapat dikerjakan setelag melakukan ibadah salat fardu. Namun, disarankan hendaknya umat muslim melakukan salat hajat pada waktu khusus seperti sepertiga malam.
Niat Salat Hajat
Adapun niat bacaan salat hajat adalah sebagai berikut:
Ushollii sunnatal haajati rok'aataini lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat sholat hajat sunah hajat dua raka'at karena Allah Ta'ala".
| Baca juga: Niat Salat Qobliyah Subuh dan Tata Cara Mengerjakannya |
Tata Cara Salat Hajat
- Takbiratul Ihram disertai niat salat hajat.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah pendek dari Al-Qur’an (misalnya Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas).
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- I’tidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kembali.
- Bangkit ke rakaat kedua dan mengulang bacaan seperti di atas.
- Duduk tahiyat akhir.
- Membaca salam
Keutamaan Salat Hajat
Salat hajat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:- Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Menjadi bentuk tawakal dan doa agar hajat dikabulkan.
- Memberikan ketenangan batin bagi orang yang sedang menghadapi masalah.
- Menjadi wujud keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan pertolongan.