Mata uang BRICS. Foto: coinworld.com
Jika Berlaku, Apa Ngaruhnya Mata Uang BRICS Buat Dolar AS?
Husen Miftahudin • 30 August 2025 16:15
Jakarta: Ide untuk menciptakan mata uang baru oleh negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) yang kini diperluas dengan Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab telah menjadi topik hangat dalam diskusi keuangan global.
Tujuan utama di balik langkah ini adalah untuk menantang dominasi dolar AS dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan yang dikendalikan oleh Barat, seperti SWIFT, terutama stelah beberapa negara menghadapi sanksi finansial.
Para pendukungnya berpendapat mata uang baru ini bisa menjadi alternatif cadangan mata uang global dan mendorong negara lain untuk membentuk aliansi regional. Hal ini dapat melemahkan status dolar AS dalam jangka panjang dan membuat ekonomi global menjadi lebih multipolar.
Dikutip dari laman Investing News dan Mercer Advisors, dijelaskan tantangan untuk merealisasikan mata uang BRICS ini sangatlah besar. Beberapa hambatan utama meliputi:
1. Ekonomi yang beragam
Negara-negara anggota BRICS memiliki kepentingan dan struktur ekonomi yang sangat berbeda, sehingga sulit bagi mereka untuk menyepakati satu mata uang yang stabil dan kuat.2. Kurangnya kepercayaan
Ada kekhawatiran mengenai transparansi keuangan dan potensi manipulasi mata uang di beberapa negara anggota.| Baca juga: Akses Pasar BRICS Selamatkan Ekonomi RI di Tengah 'Huru-hara' Ekonomi Global |
.jpg)
(Ilustrasi BRICS. Foto: TASS)
3. Dukungan yang terbatas
Sebagian besar negara maju tidak mungkin akan mengadopsi mata uang ini dalam waktu dekat, dan bahkan beberapa anggota BRICS, seperti India, telah menjauhkan diri dari ide untuk mengganti dolar.4. Infrastruktur keuangan
Diperlukan waktu yang sangat panjang untuk membangun pasar keuangan yang kuat dan bank sentral bersama yang dapat memastikan stabilitas harga mata uang tersebut.Oleh karena itu, meskipun diskusi tentang mata uang BRICS terus berlanjut, para ahli meyakini mata uang tersebut bukanlah anacaman serius bagi dolar AS dalam jangka pendek hingga menengah. Status dolar sebagai mata uang cadangan dunia tetap aman karena didukung oleh kekuatan ekonomi dan stabilitas politik Amerika Serikat.
Bagi investor, para ahli menyarankan agar tetap melakukan diversifikasi investasi, baik di pasar domestik maupun internasional, untuk mengantisipasi setiap potensi perubahan dalam sistem keuangan global. (Aulia Rahmani Hanifa)