Arsip Foto - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat M Sapi'i Rangkuti. ANTARA/Donatus Dasapurna
Dinkes Bangka Barat Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Whisnu Mardiansyah • 18 September 2026 16:11
Bangka Barat: Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kecamatan Mentok dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat Muhammad Sapi’i Rangkuti mengatakan kondisi kabut asap turut menurunkan kualitas udara di Kecamatan Mentok.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan warga dengan gangguan pernapasan, diminta mendapat perhatian lebih.
"Kami minta warga tetap waspada terhadap kondisi kabut asap ini, sebagai upaya pencegahan dini sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan jika terpaksa di luar ruangan gunakan masker, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, warga lanjut usia (lansia) dan penderita gangguan pernapasan,” kata Sapi'i seperti dilansir Antara, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Muhammad, paparan asap dalam waktu terus-menerus saat kualitas udara memburuk dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan selama kabut asap masih berlangsung. Keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya perlu mendapat penanganan medis.
"Jangan mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi kabut asap berlangsung, jika mengalami gangguan batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya perlu segera diperiksa petugas unit pelayanan kesehatan terdekat," katanya.
Kabut asap dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Mentok dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut lebih terasa pada pagi hari.
Dalam dua hari terakhir, terutama pada pagi hari, kabut asap disebut semakin pekat hingga menimbulkan rasa perih pada mata. Asap juga disertai bau yang menyengat.

Relawan saat memadamkan karhutla di Kalbar. ANTARA/HO-Prokopim Setda Kota Pontianak
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena keberadaan asap dapat memengaruhi kualitas udara sekaligus berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Asap yang menyelimuti wilayah Mentok diduga berasal dari wilayah Pulau Sumatra dan terbawa angin menuju Pulau Bangka.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat Abimanyu mengatakan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bangka Barat relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan. Luas lahan yang terbakar dalam setiap kejadian juga umumnya berada pada kisaran 0,5 hingga 5 hektare.
"Meskipun demikian, Pemkab Bangka Barat telah menetapkan status siaga sebagai bentuk antisipasi kekeringan dan karhutla," katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, sejak Januari hingga 15 September 2026 tercatat 236 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Total luas lahan yang terdampak kebakaran dalam periode tersebut mencapai 290,3 hektare.