Penembakan di Montana, Beberapa Orang Termasuk Anak-anak Dilaporkan Tewas

Ilustrasi Anadolu

Penembakan di Montana, Beberapa Orang Termasuk Anak-anak Dilaporkan Tewas

Fajar Nugraha • 25 August 2026 17:41

Montana: Beberapa orang, termasuk anak-anak, tewas ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah rumah di negara bagian Montana, Amerika Serikat (AS).

Polisi pada Senin 24 Agustus 2026 menggambarkan insiden yang terjadi pada Minggu malam di dekat kawasan West End di kota Billings itu sebagai gangguan dalam lingkup keluarga.

“Pelaku penembakan tewas akibat tembakan yang dilakukannya sendiri setelah membakar rumah tersebut,” lapor NBC, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 26 Agustus 2026.

Penjabat Sheriff Yellowstone County, Kent O’Donnell mengatakan bahwa "sejumlah orang dewasa dan anak-anak tewas di kediaman tersebut”.

Identitas para korban tewas telah diketahui, namun jumlah, nama, dan usia mereka belum dirilis secara resmi.

"Akibat kebakaran dan tentu saja air yang digunakan untuk memadamkan api tersebut, penyelidikan kami di tempat kejadian perkara serta pengambilan bukti akan berjalan lebih lambat," ujar O’Donnell.

"Jadi, kami memohon kesabaran saat kami menyelesaikan penyelidikan ini,” imbuh O’Donnell.

O’Donnell mengatakan, polisi merespons laporan penembakan di White Star Circle setelah seorang penelepon layanan darurat 911 melaporkan mendengar suara tembakan.

Petugas tiba sekitar 10 menit kemudian dan mendengar suara tembakan dari bagian belakang rumah. Tiga menit setelah itu, rumah tersebut sudah dilalap api sepenuhnya.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan namun dilaporkan menghadapi kendala akses air yang terbatas dan jumlah hidran yang kurang memadai.

"Keterlambatan akibat akses yang terbatas menimbulkan tantangan besar; kondisi kebakaran terus memburuk, dan para penghuni tewas dilalap api," kata Kepala Pemadam Kebakaran Billings, Matt Hoppel, pada Senin.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sersan Polisi Jeff Stovall mengatakan beberapa rincian sengaja tidak diungkapkan "demi menjaga integritas penyelidikan yang sedang berlangsung."

"Ada rincian yang tidak bisa kami ungkapkan saat ini," kata Stovall.

Menurut sebuah halaman penggalangan dana di GoFundMe, setidaknya delapan orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk dua anak-anak.

"Pada 23 Agustus, peristiwa yang tak terbayangkan terjadi. Komunitas kami kehilangan dua sosok yang sangat istimewa, Landon dan Charlotte, bersama enam anggota keluarga lainnya, akibat tindakan kekerasan yang tidak masuk akal," sebut penyelenggara penggalangan dana tersebut di halaman itu.

(Fajar Nugraha)