Operasi SAR KMP Putri Yasmin Resmi Ditutup, Empat Korban Masih Hilang

Foto tangkapan layar video dari Tim SAR saat KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026). ANTARA/Nur Imansyah.

Operasi SAR KMP Putri Yasmin Resmi Ditutup, Empat Korban Masih Hilang

Whisnu Mardiansyah • 19 August 2026 18:58

Mataram: Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, resmi dihentikan pada hari kedelapan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Penutupan dilakukan setelah masa operasi diperpanjang selama satu hari. Selama delapan hari pencarian, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 212 penumpang dan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

"Penutupan hari ini setelah perpanjangan pencarian selama satu hari," kata Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi melalui keterangannya di Mataram, seperti dilansir Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.

Hariyadi mengatakan empat korban lainnya masih dinyatakan hilang hingga operasi SAR berakhir. "Hingga hari terakhir penutupan Operasi SAR, empat korban lainnya dinyatakan hilang," ujarnya.

Selama delapan hari operasi, tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif melalui tiga jalur, yakni udara, laut, dan darat. Penyisiran melalui jalur laut dilakukan secara bertahap di perairan Selat Lombok dan Bali. Area pencarian kemudian diperluas hingga perairan di sebelah Selatan Pulau Jawa.
 


Dari udara, pencarian melibatkan Helikopter Finns SGi Air Bali, pesawat CASSA NC212-200 (U-6215) milik TNI Angkatan Laut, serta pesawat nirawak atau drone dengan kamera termal. Sementara itu, sejumlah armada dikerahkan untuk menyisir permukaan laut, mulai dari kapal KN SAR, KAL, kapal penumpang, yacht, RBB, hingga RIB.

Pencarian melalui jalur darat dilakukan dengan menyusuri garis pantai. Tim juga menyampaikan informasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir terkait empat korban yang masih dicari. Penyebaran informasi turut dilakukan kepada kapal-kapal yang melintas melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar.

Hariyadi menegaskan seluruh sumber daya dan peralatan utama SAR telah dioptimalkan selama proses pencarian. Namun, hingga Rabu sore, empat korban yang masih hilang belum ditemukan.

"Hingga Rabu sore, hasilnya masih nihil dan keberadaan empat korban belum ditemukan," ungkapnya.


Foto tangkapan video dari Tim SAR KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. ANTARA/Nur Imansyah.


Meski operasi SAR secara resmi dihentikan, pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban tetap dilakukan. Tim SAR juga akan berkoordinasi dengan berbagai potensi SAR serta masyarakat, khususnya nelayan. Hariyadi mengatakan operasi dapat kembali dibuka jika terdapat informasi atau petunjuk baru terkait keberadaan korban.

"Sesuai regulasi, operasi SAR resmi kami tutup. Namun, penutupan ini bukan berarti pemantauan dihentikan. Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan seluruh potensi SAR serta masyarakat nelayan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan langsung kami buka kembali," ucap Hariyadi.

Dengan berakhirnya operasi secara resmi, seluruh personel dari berbagai unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan dan instansi masing-masing. Hariyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan pertolongan selama delapan hari.

"Kami sampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak atas sinergi yang terjalin selama operasi SAR berlangsung," katanya.

(Whisnu M)