BMKG Peringatkan Banjir Rob di 17 Wilayah Pesisir hingga 4 September 2026

Ilustrasi - Kondisi perairan di pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. ANTARA/Yoseph Boli Bataona

BMKG Peringatkan Banjir Rob di 17 Wilayah Pesisir hingga 4 September 2026

Putri Purnama Sari • 20 August 2026 20:28

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Berdasarkan informasi BMKG, potensi banjir pesisir tersebut diperkirakan berlangsung pada periode 21 Agustus hingga 4 September 2026. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan naiknya muka air laut.

Fase Bulan Purnama Picu Kenaikan Air Laut

Potensi banjir rob salah satunya dipengaruhi fenomena fase Bulan Purnama yang terjadi pada 28 Agustus 2026.

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, kondisi ini dapat memicu banjir pesisir di sejumlah kawasan Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk memperhatikan informasi terkait pasang surut air laut dan perkembangan kondisi cuaca, terutama selama periode potensi banjir rob.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak Banjir Rob

BMKG mencatat sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi mengalami banjir pesisir selama periode 21 Agustus hingga 4 September 2026. Berikut wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:

  • Pesisir Sumatera Utara
  • Pesisir Riau
  • Pesisir Kepulauan Riau
  • Pesisir Sumatera Barat
  • Pesisir Jakarta
  • Pesisir Jawa Barat
  • Pesisir Jawa Tengah
  • Pesisir Jawa Timur
  • Pesisir Bali
  • Pesisir Nusa Tenggara Barat
  • Pesisir Nusa Tenggara Timur
  • Pesisir Kalimantan Utara
  • Pesisir Kalimantan Selatan
  • Pesisir Kalimantan Tengah
  • Pesisir Kalimantan Barat
  • Pesisir Sulawesi Utara
  • Pesisir Maluku

Potensi banjir rob dapat berbeda di setiap wilayah, bergantung pada kondisi pasang surut dan karakteristik pesisir masing-masing daerah.

Banjir Rob Berpotensi Ganggu Aktivitas Masyarakat


Ilustrasi. Pasar dan tempat pelelangan ikan tutup akibat banjir rob. (MI)

BMKG menyebut potensi banjir pesisir secara umum dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir.

Beberapa aktivitas yang berpotensi terdampak antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas masyarakat di permukiman pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

Naiknya muka air laut juga dapat menyebabkan genangan di kawasan pesisir yang berada di dataran rendah. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha di wilayah terdampak perlu mengantisipasi kemungkinan gangguan aktivitas selama periode pasang maksimum.

Imbauan BMKG Hadapi Potensi Banjir Pesisir

Masyarakat di kawasan pesisir yang masuk dalam wilayah berpotensi terdampak diimbau untuk memantau informasi terbaru dari BMKG serta memperhatikan kondisi pasang surut air laut.

Masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, maupun sektor perikanan juga perlu menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak apabila banjir rob terjadi.

Potensi banjir pesisir ini perlu menjadi perhatian terutama saat periode Bulan Purnama pada 28 Agustus 2026, ketika ketinggian air laut maksimum berpotensi meningkat.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan akibat banjir rob selama periode 21 Agustus hingga 4 September 2026.

(Putri Purnama Sari)