Jangan Hanya Pertumbuhan Fisik, Kader Posyandu Perlu Deteksi Perkembangan Anak

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang melaksanakan program Implementasi Model SMART-GROW di Posyandu Bungo Kopi 16 Alai, wilayah kerja Puskesmas Alai, Kota Padang. Dok. Istimewa

Jangan Hanya Pertumbuhan Fisik, Kader Posyandu Perlu Deteksi Perkembangan Anak

Achmad Zulfikar Fazli • 7 September 2026 19:40

Padang: Kader posyandu dan orang tua jangan hanya memantau pertumbuhan fisik anak, seperti berat dan tinggi badan. Perkembangan anak juga harus dipantau secara rutin.

“Pertumbuhan memang penting, tetapi perkembangan anak juga harus dipantau secara rutin. Perkembangan mencakup kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, serta sosial-emosional anak,” jelas Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP), Bdn. Putri Permata Sari, S.ST., M.Keb dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, kader posyandu belum pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai deteksi dini perkembangan anak. Selain itu, kegiatan stimulasi belum terstruktur, belum tersedia modul praktis bagi kader dan orang tua, serta sistem monitoring dan dokumentasi perkembangan anak belum berjalan secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNP melaksanakan program Implementasi Model SMART-GROW di Posyandu Bungo Kopi 16 Alai, wilayah kerja Puskesmas Alai, Kota Padang. Program ini diberikan untuk membantu posyandu dan masyarakat melakukan deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) ini melibatkan lima kader Posyandu sebagai sasaran utama peningkatan kapasitas serta ibu yang memiliki bayi dan balita sebagai sasaran edukasi dan praktik stimulasi tumbuh kembang.

Melalui Model SMART-GROW, tim pengabdian berupaya mengubah pelayanan Posyandu menjadi lebih komprehensif. SMART-GROW merupakan pendekatan yang terdiri atas Skrining, Monitoring, Aksi Stimulasi, Rujukan, Observasi, dan Well-being.

“Model ini tidak hanya mengajarkan kader untuk melakukan deteksi dini, tetapi juga bagaimana memberikan stimulasi sesuai usia, melakukan pencatatan, memberikan edukasi kepada orang tua, serta menentukan tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut,” ujar Putri.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang melaksanakan program Implementasi Model SMART-GROW di Posyandu Bungo Kopi 16 Alai, wilayah kerja Puskesmas Alai, Kota Padang. Dok. Istimewa

Rangkaian kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi dan penguatan komitmen, pelatihan kader, praktik dan simulasi, penerapan SMART-GROW, edukasi parenting, monitoring, pendampingan, hingga evaluasi.

Kader mendapatkan materi mengenai konsep pertumbuhan dan perkembangan anak. Mereka juga diberikan pelatihan terkait milestone perkembangan berdasarkan usia, deteksi dini penyimpangan perkembangan, teknik observasi, stimulasi sesuai kelompok usia, pencatatan hasil pemantauan, edukasi kepada orang tua, serta mekanisme tindak lanjut dan rujukan.

Pelatihan tidak hanya dengan pemberian materi, tetapi juga melalui demonstrasi, simulasi, praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab, sehingga kader dapat pengalaman untuk menerapkan pengetahuan dalam pelayanan Posyandu. Salah satu kegiatan ini adalah penerapan Meja Tumbuh Kembang sebagai bagian dari pelayanan Posyandu.

Kader diarahkan untuk melakukan observasi perkembangan anak, mengenali indikator perkembangan sesuai usia, memberikan stimulasi, memberikan edukasi kepada orang tua, melakukan pencatatan, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut apabila diperlukan.

Kegiatan juga didukung dengan media edukasi dan alat permainan edukatif yang dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial anak.

Dengan adanya pendekatan tersebut, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak.

Selain kader, program melibatkan 35 ibu yang memiliki bayi dan balita. Orang tua diberikan edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang, tahapan perkembangan anak sesuai usia, pentingnya stimulasi sejakdini, serta cara melakukan stimulasi sederhana menggunakan lingkungan dan alat permainan yang tersedia di rumah.

Orang tua juga berkesempatan melakukan praktik stimulasi secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam mendukung perkembangan anak secara berkelanjutan.

Tim pengabdian berharap penerapan SMART-GROW dapat terus dilanjutkan kader bersama Puskesmas dan masyarakat setelah program pengabdian selesai.

“Keberlanjutan program menjadi hal penting. Harapannya kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan saat pelatihan, tetapi mampu menerapkan deteksi dini, stimulasi, pencatatan, dan edukasi secara rutin dalam pelayanan Posyandu,” ujar Putri.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi UNP dalam memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif berbasis masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Kepala Puskesmas Alai, drg. Adel Jeni Volia, serta Pembina Wilayah, Kartina Tampubolon. Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan di Posyandu. 

Peran Puskesmas dan pembina wilayah diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan penerapan Model SMART-GROW. Dengan begitu, deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang dapat terus dilakukan secara rutin di tingkat masyarakat.

(Achmad Zulfikar Fazli)