Rusia dan Korea Utara meresmikan jembatan jalan pertama di Sungai Tumen yang disebut simbol persahabatan. (Yonhap)
Rusia-Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Sungai Tumen
Muhammad Reyhansyah • 8 September 2026 09:36
Tumen: Rusia dan Korea Utara resmi membuka jembatan jalan pertama yang menghubungkan kedua negara melintasi Sungai Tumen, Senin, 7 September 2026.
Kedua negara menyebut proyek tersebut sebagai tonggak penting sekaligus simbol semakin eratnya kemitraan strategis Moskow dan Pyongyang.
Truk-truk yang dihiasi bendera kedua negara mulai melintasi jembatan sepanjang sekitar 1 kilometer dengan dua lajur tersebut. Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae-song menyampaikan sambutan melalui konferensi video dalam peresmian yang dihadiri pekerja dan pejabat kedua negara.
Pembangunan jembatan dimulai pada April 2025 setelah proyek tersebut disepakati ketika Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke Korea Utara pada 2024. Sebelumnya, kedua negara telah memiliki hubungan udara dan kereta api langsung, tetapi belum memiliki jalur jalan raya permanen.
Mishustin mengatakan jembatan baru itu akan mendorong perdagangan serta kerja sama ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan antara kedua negara.
"Saya yakin perluasan infrastruktur transportasi lintas batas akan memberikan dorongan kuat bagi perkembangan lebih lanjut kerja sama perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan," kata Mishustin, dikutip dari India Today.
Ia menyebut hubungan Rusia dan Korea Utara kini berada pada "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menggambarkan jembatan tersebut sebagai "simbol baru persahabatan."
Menurut pemerintah Rusia, jembatan itu mampu melayani hingga 300 kendaraan per hari. Truk pengangkut barang mulai menggunakannya setelah peresmian, sementara jembatan tersebut diperkirakan sepenuhnya beroperasi dan dapat digunakan untuk lalu lintas penumpang pada akhir tahun.
Jembatan baru itu dibangun di dekat "Jembatan Persahabatan," jalur kereta api yang dibuka pada 1959 dan selama puluhan tahun menjadi satu-satunya titik penyeberangan perbatasan bagi kendaraan antara kedua negara.
Pembukaan jembatan berlangsung ketika hubungan Rusia dan Korea Utara semakin erat sejak perang Ukraina dimulai pada 2022. Korea Utara diketahui mengirim ribuan personel militer ke Rusia untuk membantu pasukan Moskow menghadapi serangan Ukraina di wilayah Kursk.
Mishustin menyinggung dukungan tersebut dalam pidatonya dengan memuji "para pahlawan Korea" yang disebutnya bertempur bersama pasukan Rusia dan membantu mempertahankan wilayah Rusia.
Baca juga: Putin Sebut Rusia-Korut Sepakat Perkuat Kerja Sama untuk Stabilitas Kawasan