IHSG Naik 0,27% ke Level 6.617 Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Naik 0,27% ke Level 6.617 Pagi Ini

Husen Miftahudin • 2 September 2026 09:14

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami kenaikan di awal pembukaan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 2 September 2026, IHSG berada di posisi 6.625,393.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.06 WIB, IHSG langsung naik sebesar 17,670 poin setara 0,27 persen ke level 6.617,613.

Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 254 saham emiten menguat. Sementara, 218 saham lainnya melemah dan 227 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.06 WIB sebanyak Rp1,740 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,965 miliar saham.
 



(Grafik pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

IHSG berpotensi terkoreksi


Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini terkoreksi wajar. "Diperkirakan support IHSG 6.540-6.570 dan resist IHSG 6.620-6.700," jelas Fanny dalam risetnya.

Adapun, indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Selasa, 1 September 2026, dengan Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin. Kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) dan kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Indeks S&P 500 turun 0,71 persen; Nasdaq Composite terkoreksi 1,03 persen; dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,79 persen.

Di sisi lain, Bursa Asia melemah pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,15 persen. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,93 persen; CSI 300 China turun 0,3 persen; dan ASX 200 Australia sedikit terkoreksi 0,1 persen. Sedangkan, Taiex Taiwan melesat 1,8 persen; dan KOSPI Korea Selatan naik 0,23 persen. Sementara itu, FTSE Straits Times melemah 0,7 persen; dan FTSE Malay KLCI turun 1,4 persen.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 1,14 persen, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1,76 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan CPIN.

(Husen Miftahudin)