Prajurit TNI dibantu masyarakat berupaya memadamkan kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Lembosa, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). ANTARA/HO-Camat Lindu
Sepanjang Agustus 2026, BPBD Catat 37 Hektare Lahan di Sigi Terbakar
Lukman Diah Sari • 2 September 2026 12:07
Sigi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayahnya mencapai 37 hektare sepanjang Agustus 2026.
"Jadi, selama Agustus 2026 terjadi delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di delapan desa dan tujuh kecamatan," kata Kabid Bencana BPBD Kabupaten Sigi, Ahmad Yani, di Dolo, Rabu, 2 September 2026, melansir Antara.
Ia merinci, ketujuh kecamatan yang mengalami kejadian karhutla tersebut meliputi Kecamatan Gumbasa, Kinovaro, Marawola, Dolo Selatan, Palolo, Sigi Biromaru, dan Lindu.
"Satu titik api di Gunung Lembosa di Desa Olu, Kecamatan Lindu, juga sudah padam dengan menggunakan peralatan mesin semprot air," ucapnya.
"Penanganan karhutla di Kabupaten Sigi masih dilakukan secara manual, khususnya wilayah pegunungan. Hal ini karena armada baik dari Damkar maupun BPBD setempat tidak bisa menembus lokasi karhutla dengan kendaraan roda empat," sebut Ahmad Yani.

Ilustrasi-Satgas Darat memadamkan bara api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Pihaknya mengajak seluruh pihak lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat, untuk bersinergi dengan jajaran TNI dan Polri dalam memantau titik-titik rawan karhutla secara rutin.
"Ke depan harus ada langkah antisipasi seperti patroli rutin untuk mencegah terjadinya karhutla di setiap desa, sehingga bentuk pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin," tegasnya.
Sebagai bentuk mitigasi lanjutan, Polres Sigi sebelumnya telah menggelar apel siaga penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut melibatkan 546 personel kepolisian beserta instansi lintas sektor lainnya guna menangani potensi karhutla di wilayah tersebut.