Helikopter pengebom air (water bombing) yang dikerahkan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kota Batu-Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Medan Ekstrem, Pemadaman Karhutla Gunung Butak Gunakan Helikopter Water Bombing
Daviq Umar Al Faruq • 5 September 2026 15:18
Batu: Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kota Batu-Kabupaten Malang, Jawa Timur, memasuki fase krusial setelah titik api baru kembali muncul pada Jumat, 4 September 2026. Tim gabungan mengalihkan penanganan ke jalur udara karena medan ekstrem dan angin kencang menyulitkan pemadaman darat.
"Pemadaman hari ini juga melibatkan helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur yang sejak pagi pada pukul 07.30 WIB sudah beroperasi untuk memadamkan kebakaran hutan di petak 100 Gunung Butak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Langkah ini diambil setelah upaya pemadaman manual di darat terkendala medan ekstrem dan angin kencang," ungkap Kasi Humas Polres Batu Iptu M Huda di Kota Batu, Sabtu, 5 September 2026.
Sebanyak 65 personel gabungan dari Polres Batu, TNI, BPBD, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan relawan kembali dikerahkan ke Gunung Butak pada Sabtu pagi. Mereka melakukan pemadaman sekaligus memantau sebaran lahan yang terbakar.
Baca Juga :
Titik Api Muncul Lagi di Gunung Butak
Karhutla ini pertama kali terdeteksi pada Selasa, 1 September 2026, dan sempat dinyatakan padam pada hari yang sama. Namun, cuaca dan vegetasi kering kembali memicu api di lokasi yang sama.
Untuk keselamatan warga dan wisatawan, seluruh aktivitas wisata alam dihentikan sementara. Jalur pendakian Gunung Butak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong ditutup total hingga kondisi dinyatakan aman.
.jpg)
Helikopter pengebom air (water bombing) yang dikerahkan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kota Batu-Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sebelumnya, Perum Perhutani menyatakan titik api kembali ditemukan di Gunung Butak, Jawa Timur, setelah sebelumnya telah dipadamkan, pada Selasa, 1 September 2026.
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengatakan, titik api ditemukan di lokasi yang sama dengan kebakaran sebelumnya, yakni di Petak 100 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Pujon Selatan.
"Api menyala kembali sejak jam 10 pagi tadi setelah sebelumnya sudah padam, titiknya sama," kata Kelik, dilansir dari Antara.