Ilustrasi. Foto: Freepik.
Edukasi Pindar, Mahasiswa Diajak Bijak Kelola Keuangan
Ade Hapsari Lestarini • 9 April 2026 22:51
Pekanbaru: Mahasiswa sebagai generasi muda menjadi segmen yang rentan terhadap kesalahan dalam pengelolaan keuangan, termasuk dalam penggunaan layanan pinjaman daring (pindar). Minimnya pemahaman mengenai risiko, bunga, biaya, serta konsekuensi keterlambatan pembayaran dapat berdampak pada kondisi finansial jangka panjang.
Hal itulah yang kemudian menjadi titik perhatian Kredit Pintar, sebagai platform pinjaman daring yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turut berpartisipasi dalam program edukasi bertajuk "Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Program ini merupakan bagian dari komitmen industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer-to-peer lending (pindar) dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait pendanaan digital di Indonesia.
Melalui program edukasi ini, AFPI bersama para anggotanya, termasuk Kredit Pintar, berupaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan layanan pendanaan digital secara bertanggung jawab, pentingnya memilih platform yang berizin dan diawasi OJK.
"Kami melihat pentingnya program edukasi ini bagi kalangan mahasiswa sehingga ke depannya program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, dapat meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak dan pemanfaatan layanan pindar secara bertanggung jawab," ujar Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Head of Risk Kredit Pintar Revana Aryani. Foto: dok Kredit Pintar.
Edukasi keuangan
Head of Risk Kredit Pintar Revana Aryani menegaskan pemahaman keuangan merupakan fondasi penting dalam mencapai kemandirian finansial. Menurut dia, memahami cara mengelola uang adalah langkah awal menuju hidup yang lebih tenang.
"Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa tidak mudah terjebak penawaran yang menyesatkan, dapat meminjam sesuai kemampuan, serta menjaga kesehatan finansialnya," ujar Revana dalam paparannya "Melek Finansial dengan #TemanAturUang: Panduan Bijak Mengenali Jenis Pinjaman dan Mengelola Keuangan bersama Kredit Pintar".
Ia juga mengingatkan lima hal penting sebelum mengambil pinjaman, yakni pinjam sesuai kebutuhan, cicilan sesuai kemampuan, memahami bunga dan biaya, memilih platform berizin OJK, serta membayar tepat waktu.
"Melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar terus berkomitmen menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan relevan bagi generasi muda agar menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab," kata dia.
Sebagai anggota AFPI, Kredit Pintar mendukung penuh inisiatif literasi keuangan yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun industri pendanaan digital yang sehat, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.
“Kredit Pintar percaya literasi adalah fondasi utama dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda sebagai agen perubahan ekonomi di masa depan," tambah Puji Sukaryadi.
Program "Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 dilaksanakan di Ruangan Yudisium FEB UNRI, Kampus Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Alvi Furwanti Alwie, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau Triyoga Laksito, dan Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia.