Garap Komoditas Rempah, ID Food Ekspor Perdana Bunga Pala ke India

ID Food melepas ekspor perdana bunga pala (mace) ke India. Foto: Dok istimewa

Garap Komoditas Rempah, ID Food Ekspor Perdana Bunga Pala ke India

Eko Nordiansyah • 9 April 2026 15:47

Jakarta: Pemerintah mendorong penguatan ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor produk unggulan. Upaya ini diwujudkan holding BUMN Pangan ID Food melalui ekspor perdana bunga pala (mace) ke India sebagai langkah konkret untuk memperluas pasar global.

SEVP Bisnis dan PSO ID Food Yosdian Adi Pramono mengatakan, di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global, penguatan ekspor menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas sektor pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Produk bunga pala tersebut dipasok oleh mitra lokal, yakni RHA Semesta Berjaya, dan dikirim kepada importir NS Impex di India. Komoditas ini akan dimanfaatkan di negara tujuan sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Dalam pengiriman tahap pertama ini, Yosdian mengatakan ID Food mengekspor sebanyak satu container dari kontrak 40 kontainer. Pengiriman ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan target pengiriman reguler sebanyak dua kontainer 20 feet setiap bulan.

“Selain itu, ID Food juga tengah menjajaki potensi ekspor komoditas lainnya ke pasar India, seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak yang memiliki peluang pasar yang cukup besar,” ujar dia.



(Ekspor perdana bunga pala (mace) ke India. Foto: Dok istimewa)

Penetrasi pasar ekspor rempah ke luar negeri

ID Food menargetkan ekspor komoditas serupa pada bulan ini, seiring dengan upaya penguatan sourcing bahan baku bunga pala maupun komoditas lain seperti pinang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pengusaha lokal.

“Ekspor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah dunia, sekaligus membuka peluang pasar baru yang potensial,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ini menjadi langkah awal dalam memperluas penetrasi pasar ekspor rempah Indonesia, khususnya bunga pala yang memiliki permintaan tinggi secara global. Menurutnya, kolaborasi dengan mitra lokal menjadi kunci dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan.

Sebagai informasi dari data BRIN, Indonesia merupakan salah satu produsen utama pala dunia dengan menguasai 70–75 persen produksi dan nilai ekspor mencapai USD185,32 juta. Permintaan komoditas pala juga terus meningkat untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik.

“Hal ini menjadi peluang strategis yang terus dioptimalkan oleh ID Food melalui penguatan ekosistem bisnis berbasis kemitraan. Masuknya ID Food dapat menjadi enabler dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global,” ucap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)