Padukan Basket dan Budaya, IBL All-Star 2026 akan Digelar di Bandung Arena

Indonesian Basketball League (IBL) saat menggelar konferensi pers jelang gelaran IBL All Star di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Rubby Jovan

Padukan Basket dan Budaya, IBL All-Star 2026 akan Digelar di Bandung Arena

Whisnu Mardiansyah • 8 April 2026 14:07

Bandung: Direktur Utama (Dirut) Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, menyatakan Kota Bandung dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan IBL All-Star. Ajang tahunan tersebut akan digelar di Bandung Arena pada Sabtu, 11 April 2026.

Junas mengatakan, IBL All-Star 2026 akan hadir dengan konsep berbeda yang menggabungkan olahraga basket dengan unsur budaya dan gaya hidup anak muda.

"Ini kombinasi antara basket dan potret basket Indonesia saat ini dengan kehadiran pemain-pemain terbaik," ujar Junas di Bandung seperti dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.

Junas menjelaskan, konsep tersebut bertujuan mendekatkan olahraga basket dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
 


"Kemudian kami ingin menunjukkan olahraga basket dekat dengan masyarakat, dekat dengan budaya, gaya hidup. Di sini kami akan kolaborasi dengan olahraga dan kehidupan anak muda," ujarnya, Rabu, 8 April 2026.

Dari sisi konsep, IBL All-Star 2026 menghadirkan format yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu inovasi utama adalah sistem pemilihan tim oleh pemain.

"Setiap tahun pasti berbeda, dari pertandingan, pemainnya. Konsep kali ini berbeda di mana dua pemain dengan voting tertinggi yaitu Yudha Saputera dari Satria Muda dan Andakara Prastawa dari Pelita Jaya Jakarta menjadi tim kapten dan diberi kebebasan memilih timnya sendiri," kata dia, Rabu, 8 April 2026.


Pebasket Pacific Caesar Surabaya Anthony James Peacock (kiri) berusaha melewati adangan Pelita Jaya Jakarta Hendrick Xavi Yonga (kanan) pada pertandingan Indonesian Baskeball League (IBL) 2026 di GOR Pacific Caesar Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Junas, konsep ini memberikan warna baru sekaligus sentuhan emosional bagi para pemain dan penggemar.

"Di sini pembedanya, pemain ingin membuat timnya sendiri. Selain soal pertandingan, ada sisi nostalgia juga dan memberikan yang terbaik untuk penggemar," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)