BTN Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp530 Triliun hingga April 2026

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. Foto: dok BTN.

BTN Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp530 Triliun hingga April 2026

Ade Hapsari Lestarini • 10 April 2026 13:32

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat telah menyalurkan enam juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan total Rp530 triliun sejak 1976 hingga awal April 2026. Capaian ini mencerminkan kontribusi berkelanjutan BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem perumahan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan angka tersebut merupakan refleksi dari perjalanan panjang BTN dalam membangun fondasi pembiayaan perumahan nasional.

"BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Enam juta rumah yang telah kami biayai mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.

Selain itu, BTN juga terus memperkuat transformasi bisnis melalui strategi beyond mortgage, dengan memperluas layanan keuangan yang mencakup kebutuhan keuangan keluarga secara menyeluruh, mulai dari transaksi, usaha, hingga kebutuhan jangka panjang masyarakat.

"Kami juga menghadirkan inovasi pembiayaan melalui bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, sehingga nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi," tambah Nixon.
 

Permintaan hunian layak dan terjangkau terus meningkat


Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menambahkan, capaian tersebut didorong oleh konsistensi BTN dalam menjaga kinerja penyaluran serta memperluas akses pembiayaan di berbagai wilayah.

"Permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sektor perumahan saat ini lebih banyak berasal dari sisi supply, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN mendorong pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat," jelas Hirwandi.
 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. Foto: dok BTN


Sementara dari sisi profil debitur, mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan. KPR ini didominasi oleh pekerja sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta sektor formal seperti aparatur sipil negara, karyawan swasta, dan pegawai kontrak.

Selain melalui penyaluran KPR, BTN juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, BTN mencatatkan realisasi penyaluran KPP dengan total plafon sekitar Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur.

Secara rinci, penyaluran KPP dari sisi supply mencapai sekitar Rp1,47 triliun kepada 399 debitur yang difokuskan pada pembiayaan pengembang, kontraktor, serta penyedia bahan bangunan. Sementara dari sisi demand, BTN menyalurkan sekitar Rp700 miliar kepada 2.892 debitur yang dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah. Skema ini memperkuat keterhubungan antara sisi pasokan dan permintaan dalam ekosistem perumahan.
 

Kredit Usaha Rakyat BTN


Di luar sektor perumahan, BTN juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Hingga Maret 2026, penyaluran KUR BTN mencapai sekitar Rp2,72 triliun, dengan komposisi KUR kecil sebesar Rp2,04 triliun (75 persen) dan KUR mikro sebesar Rp687 miliar (25 persen).

Penyaluran KUR tersebut didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 59,22 persen, diikuti sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,36 persen, serta konstruksi sebesar 10,08 persen.

BTN juga mencatat peningkatan kapasitas usaha debitur melalui program KUR naik kelas sebanyak 4.719 debitur, termasuk peralihan dari KUR mikro ke KUR kecil serta peningkatan plafon pembiayaan.

Seiring dengan transformasi bisnis, BTN kini tidak hanya berfokus pada pembiayaan KPR, tetapi juga memperluas perannya melalui pendekatan beyond mortgage. Salah satu inisiatif utama yang dikembangkan adalah platform digital Bale Properti, yang menghadirkan layanan terintegrasi mulai dari pencarian hunian hingga proses pembiayaan secara end-to-end.

Melalui Bale Properti, BTN telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti, dengan jumlah pengajuan KPR secara online yang mencapai rata-rata 780 aplikasi per bulan, serta menjalin kerja sama dengan 426 mitra pengembang dan agen properti.

Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR sebanyak 240.950 unit pada 2026, sejalan dengan komitmen untuk terus mendukung program perumahan nasional. Melalui penguatan ekosistem digital, inovasi berbasis keberlanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BTN akan terus menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)