Serangan Udara Militer Nigeria di Yobe Diduga Tewaskan 200 Warga Sipil

Personel militer Nigeria berpatroli terhadap potensi ancaman kelompok ekstremis. (Anadolu Agency)

Serangan Udara Militer Nigeria di Yobe Diduga Tewaskan 200 Warga Sipil

Willy Haryono • 13 April 2026 12:49

Maiduguri: Serangan udara militer Nigeria dilaporkan menghantam sebuah pasar desa di negara bagian Yobe, wilayah timur laut Nigeria, pada Sabtu malam lalu, memicu kekhawatiran jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar.

Sejumlah pejabat lokal dan warga menyebut korban tewas bisa mencapai sekitar 200 orang. Namun, data resmi dan laporan internasional masih menunjukkan angka yang bervariasi.

Memo keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilihat AFP menyebut sedikitnya 56 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka dalam serangan di pasar Jilli pada 11 April. Sementara itu, Amnesty International melaporkan lebih dari 100 korban jiwa, dengan puluhan lainnya mengalami luka serius.

Militer Nigeria menyatakan serangan tersebut menargetkan posisi militan Boko Haram di sekitar desa yang disebut telah ditinggalkan, dan mengklaim puluhan anggota kelompok bersenjata tewas. Namun, pihak militer tidak mengonfirmasi adanya korban sipil.

Dalam pernyataan terpisah, Angkatan Udara Nigeria mengumumkan telah membuka penyelidikan atas laporan bahwa serangan tersebut mungkin berdampak pada pasar dan menimbulkan korban di kalangan warga sipil.

Insiden ini menambah daftar panjang dugaan salah sasaran dalam operasi militer di wilayah utara Nigeria. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah serangan udara dilaporkan menewaskan warga sipil akibat kekeliruan identifikasi target.

Konflik di Nigeria timur laut telah berlangsung sejak 2009, ketika kelompok Boko Haram melancarkan pemberontakan bersenjata. Konflik tersebut kemudian meluas dengan munculnya kelompok afiliasi seperti ISWAP.

Kekerasan telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi. Meski sempat mereda, serangan militan kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, termasuk terhadap pangkalan militer.

Selain itu, wilayah barat laut Nigeria juga dilanda kekerasan oleh kelompok bandit yang kerap menyerang desa dan melakukan pemerasan.

Situasi keamanan yang memburuk ini menempatkan Nigeria dalam sorotan internasional, termasuk dukungan militer dari Amerika Serikat yang mengirim personel untuk membantu pelatihan dan operasi kontra-terorisme. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Tujuh Tentara Nigeria Tewas dalam Serangan Boko Haram di Konduga

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)