Ilustrasi-Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kota Kupang, NTT. ANTARA/Aloysius Lewokeda
BMKG DIY Ingatkan Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba
Lukman Diah Sari • 2 April 2026 18:57
Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca yang cepat pada akhir musim hujan tahun ini.
"BMKG mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada masa akhir musim hujan yang ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir," kata Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis, 2 April 2026, melansir Antara.
Dia mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar melakukan langkah mitigasi pada musim pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau, antara lain membersihkan saluran air dan memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang.
"Pastikan juga struktur bangunan dan baliho dalam kondisi kuat guna mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem selama masa pancaroba," jelas dia.

Perkiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. ANTARA/HO-BMKG DIY
BMKG juga mengimbau masyarakat lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan bersamaan dengan fenomena El Nino intensitas lemah hingga moderat.
"Fenomena El Nino diprediksi mulai terjadi pada bulan Juli hingga akhir tahun 2026 dengan peluang 50 sampai 60 persen," ungkap dia.
BMKG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan ekstrem pada saat menjelang puncak musim kemarau hingga sesudah puncak musim kemarau yang diperkirakan pada Juli sampai September 2026.
Dia mengatakan, tindakan antisipasi diperlukan terhadap kondisi iklim ekstrem saat musim kemarau dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen.
"Dan untuk wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis agar mengambil langkah antisipatif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien," ujar dia.