Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Perayaan Paskah Nasional di Manado

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Perayaan Paskah Nasional di Manado

Anggi Tondi Martaon • 1 April 2026 10:56

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan perayaan Paskah Nasional 2026 bakal digelar di Manado, Sulawesi Utara. Perayaan rencananya bakal dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Puncak perayaan Paskah Nasional 2026 berlangsung di Manado, Sulawesi Utara. Semoga lancar dan sukses. Rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto," kata Menag Nasaruddin dikutip dari Antara, Rabu, 1 April 2026.

Menag berharap perayaan Paskah 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya. Perayaan Paskah Nasional 2026 ini diharapkan bisa meramu momentum kebersamaan antarumat beragama.

“Perayaan Paskah tahun ini harus lebih baik dari setiap tahunnya. Semua umat dapat merasakan perayaan. Ini menjadi gelaran kebangsaan. Panitia harus bisa meramu kegiatan dengan baik dan seksama," ungkap Nasaruddin.

Ketua Panitia Perayaan Paskah Nasional 2026, Recky H. Langie menyampaikan bahwa Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, berlangsung pada 7-9 April 2026. Puncaknya pada 8 April 2026, dan dilaksanakan di ruang terbuka. 

"Kami berharap, Pak Menteri Agama bisa hadir pada acara Paskah 2026," kata Recky H. Langie.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan, mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.

Menurut Menag, momentum Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Dok. Kemenag.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Nasaruddin.

Menag menjelaskan setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal yang mendorong kehidupan sosial yang lebih baik. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih.

“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” kata Nasaruddin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)