Pemaparan publik kinerja keuangan Bank Jatim Tahun 2025. Foto: Metrotvnews/Surya Mahmuda.
Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp1,54 Triliun di 2025
Husen Miftahudin • 31 March 2026 13:19
Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim resmi menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja yang solid, melalui pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau tumbuh 20,65 persen (yoy).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan capaian ini merupakan hasil dari implementasi strategi yang disiplin di tengah dinamika ekonomi, termasuk optimalisasi dana murah serta penyaluran kredit yang lebih selektif.
"Menutup 2025, manajemen telah mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Antara lain, menjaga keseimbangan dalam pengelolaan dana pihak ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund bank," ungkap Winardi dalam Konferensi Pers Pemaparan Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan capaian ini merupakan hasil dari implementasi strategi yang disiplin di tengah dinamika ekonomi, termasuk optimalisasi dana murah serta penyaluran kredit yang lebih selektif.
"Menutup 2025, manajemen telah mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Antara lain, menjaga keseimbangan dalam pengelolaan dana pihak ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund bank," ungkap Winardi dalam Konferensi Pers Pemaparan Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.
Nilai aset sentuh Rp105,8 triliun
Dalam pemaparannya, Winardi menjelaskan nilai aset Bank Jatim per 2025 sukses menyentuh angka Rp105,8 triliun. Ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang meningkat sebesar 4,98 persen.
"Nilai aset Bank Jatim per 2025 berada di angka Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen. Adapun komposisi aset tersebut berasal dari aset produktif antara lain, peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 triliun atau meningkat sebesar Rp4,98 persen secara yoy," ungkap dia.
Winardi menambahkan, selain pertumbuhan pada nilai aset, kinerja secara konsolidasi juga menunjukkan lonjakan yang signifikan, di mana total aset melonjak 42,93 persen dari Rp118,142 triliun pada 2024 menjadi Rp168,855 triliun di 2025.
"Kinerja yang baik tersebut turut mendukung pencapaian kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang tahun 2025, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai indikator utama. Adapun pencapaian Bank Jatim secara konsolidasi, yaitu total aset meningkat sebesar 42,93 persen secara yoy, dari Rp118,142 triliun pada 2024 menjadi Rp168,855 triliun di 2025," kata dia.
| Baca juga: Intip Bunga KUR BRI 2026 dan Simulasi Angsuran Plafon hingga Rp100 Juta |

(Foto bersama usai pemaparan publik kinerja keuangan Bank Jatim Tahun 2025. Foto: Metrotvnews/Surya Mahmuda)
Jadi induk lima BPD
Terkait rencana Kelompok Usaha Bank (KUB), Winardi mengumumkan pada 2025 Bank Jatim telah meresmikan posisinya sebagai induk atas lima Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas.
"Pada 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler," tutur dia.
Digitalisasi layanan perbankan
Di sisi digitalisasi, layanan JConnect milik Bank Jatim juga mencatatkan performa impresif dengan pengguna JConnect Mobile yang mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40 persen dengan total transaksi menyentuh Rp65,77 triliun.
Selain itu, penggunaan QRIS Bank Jatim tumbuh pesat sebesar 47,25 persen serta penguatan jaringan melalui 14.842 Agen Jatim yang tersebar luas untuk memastikan layanan perbankan tetap inklusif hingga ke pelosok daerah. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com