Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Foto: Istimewa.
Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemkot Tangsel Perkuat Sektor UMKM
Anggi Tondi Martaon • 14 April 2026 19:23
Tangsel: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran vital sebagai tulang punggung dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Berbagai langkah strategis terus diakselerasi guna memastikan pelaku usaha lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menilai bahwa penguatan sektor ini merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru. Melalui pendekatan yang terintegrasi, pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem usaha yang mandiri dan kreatif.
“UMKM adalah usaha mandiri kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah di Tangerang Selatan ini. Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi para pelaku UMKM,” kata Benyamin melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 April 2026.
Salah satu terobosan utama yang diusung adalah integrasi UMKM ke dalam layanan digital Tangsel ONE. Melalui platform ini, para pelaku usaha mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan berusaha secara mandiri (OSS), yang menjadi syarat mutlak untuk menembus pasar ritel modern hingga pasar ekspor.
Benyamin mengajak para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Termasuk ruang promosi dan pengembangan produk berbasis data.
Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur modal pelaku usaha. Serta, memutus ketergantungan pada pinjaman ilegal yang kerap menghambat produktivitas.
Dukungan infrastruktur fisik juga terus diperluas melalui optimalisasi gedung inovasi dan pusat komunitas sebagai wadah showcase produk lokal. Ruang promosi kini tidak lagi terbatas pada bazar temporer, melainkan diarahkan pada penyediaan gerai permanen di titik-titik strategis, seperti pusat perbelanjaan dan area publik, guna meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal.
Dinas Koperasi dan UMKM Tangerang Selatan pun secara rutin menggelar kurasi produk untuk memastikan standarisasi kualitas. Fokus utama meliputi perbaikan pengemasan, pemenuhan sertifikasi halal, hingga izin edar BPOM.

Ilustrasi UMKM. Foto: Istimewa.
Benyamin menyampaikan, dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai puluhan ribu, standarisasi ini penting. Sehingga, produk UMKM Tangsel mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, Benyamin menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya adalah fondasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Pemkot Tangsel juga mengeklaim mulai menerapkan pendekatan berbasis analisis tren pasar digital. Hal itu dilakukan untuk memberikan masukan kepada produsen mengenai kebutuhan konsumen terkini.
"Kami terus melakukan berbagai pendekatan, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran berbasis digital agar produk UMKM Tangsel mampu bersaing. Pemkot Tangsel optimistis bahwa dengan sinergi ini, UMKM akan menjadi penggerak utama ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata," ujar Benyamin.