Ilustrasi. Foto: dok MI.
SMBC Indonesia Tebar Dividen, Pemegang Saham Dapat Rp9,49/Saham
Ade Hapsari Lestarini • 23 April 2026 19:01
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) memutuskan menggunakan laba bersih tahun buku 2025 untuk dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih atau sekitar Rp101,11 miliar. Angka ini setara dengan sekitar Rp9,49 per saham (gross).
Perseroan tidak menyisihkan dana cadangan wajib, mengingat perseroan telah memenuhi jumlah minimum dana cadangan wajib sebesar 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor yang disyaratkan Undang-Undang Perseoran Terbatas Nomor 40 Tahun 2007.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan kebijakan dividen dengan dividend payout ratio sebesar 20 persen mencerminkan fokus SMBC Indonesia pada pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, serta struktur permodalan yang tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ke depan.
"Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," kata Henoch dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.
Para pemegang saham juga setuju untuk membukukan sisa laba bersih Perseroan setelah dikurangi penyisihan dana dividen dan dana cadangan wajib sebagai laba ditahan Perseroan, serta setuju atas usulan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Perubahan susunan pengurus Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merupakan bagian dari penguatan tata kelola, melalui pengangkatan Emilya Tjahjadi sebagai Direktur dan Linus Ekabranko Windoe sebagai Komisaris Independen, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Rapat juga menerima pengunduran diri Ninik Herlani Masli Ridhwan sebagai Komisaris Independen.

Susunan manajemen SMBC Indonesia. Foto: dok SMBC Indonesia.
Baca Juga :
SMBC Bank Apa? Simak Penjelasan Lengkapnya
Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru:
Direksi
- Direktur Utama: Henoch Munandar.
- Wakil Direktur Utama: Jun Saito.
- Wakil Direktur Utama: Michellina Laksmi Triwardhany.
- Direktur Kepatuhan: Dini Herdini.
- Direktur: Atsushi Hino.
- Direktur: Yuki Terayama.
- Direktu: Merisa Darwis.
- Direktur: Hanna Tantani.
- Direktur: Emilya Tjahjadi (Efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan).
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Chow Ying Hoong.
- Komisaris: Takeshi Kimoto.
- Komisaris Independen: Linus Ekabranko Windoe (Efektif setelah memperoleh persetujuan OJK).
- Komisaris Independen: Onny Widjanarko.
- Komisaris Independen: Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono.
- Komisaris Independen: Marita Alisjahbana.
"Perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari upaya memperkuat arah strategis dan tata kelola perusahaan, khususnya memastikan segmen wholesale banking dan commercial banking semakin solid, baik dari sisi strategi pertumbuhan, pengelolaan portofolio, maupun penguatan hubungan dengan nasabah korporasi," tambah Henoch.
Di sisi lain, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Per 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0 persen secara year-on-year (yoy). Sementara itu, SMBC Indonesia juga membukukan laba bersih setelah pajak untuk bank saja (bank only) sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025.
Selain agenda-agenda tersebut, pemegang saham menyetujui beberapa pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Perseroan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi. Rapat juga menerima sejumlah laporan Perseroan, termasuk laporan rencana bisnis Bank, Laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi, sebagai bagian dari komitmen transparansi kepada pemegang saham.
Ke depan, SMBC Indonesia akan terus memperkuat layanan kepada berbagai segmen nasabah melalui pengalaman perbankan yang semakin seamless, serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan kualitas aset, dan optimalisasi sinergi dalam grup.