Dryport Rel Diyakini Perkuat Hub Industri dan Logistik Nasional

Kerja sama pengembangan dryport di KEK Industropolis Batang. Foto: dok KEK Industropolis Batang.

Dryport Rel Diyakini Perkuat Hub Industri dan Logistik Nasional

Husen Miftahudin • 21 April 2026 21:23

Jakarta: PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang), bagian dari Holding BUMN Danareksa memperkuat ekosistem industri nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan dryport atau pelabuhan darat/kering berbasis rel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Kerja sama ini melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang, dan dilaksanakan di Ballroom Gedung Pengelola KEK Industropolis Batang.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menegaskan pengembangan dryport ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat sistem logistik nasional.

"Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia," ungkap Ali dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Sementara Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan konektivitas berbasis rel akan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik. Pihaknya pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

"Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri," tegas dia. Bobby juga menambahkan proses groundbreaking pengembangan dryport ditargetkan dapat dimulai pada Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan implementasi proyek ini.

Dari sisi kepelabuhanan, Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menilai kehadiran dryport akan memperkuat ekosistem pelabuhan nasional. "Dryport Industropolis Batang akan menjadi perpanjangan dari layanan pelabuhan yang memungkinkan proses logistik dilakukan lebih dekat dengan kawasan industri. Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global," jelas dia.

Direktur Utama KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan menegaskan pengembangan dryport merupakan bagian integral dari strategi besar kawasan. "Kami melihat kebutuhan akan sistem logistik yang terintegrasi sebagai faktor kunci dalam menarik investasi berkualitas. Dengan adanya dryport, KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga pusat logistik terintegrasi yang siap bersaing di tingkat global," sebut dia.
 
Baca juga: Pos Indonesia Dukung Konsolidasi Logistik BUMN, Dorong Integrasi Efisiensi Rantai Pasok

Bangun ekosistem logistik terintegrasi


Dalam rilisnya, KEK Industropolis Batang menyampaikan inisiatif ini dinilai menjadi sinyal kuat percepatan transformasi KEK Industropolis Batang sebagai simpul strategis industri dan logistik nasional. Sejalan dengan penetapannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK dengan fokus pada sektor distribusi dan logistik, pengembangan dryport berbasis rel ini mempertegas peran kawasan dalam membangun ekosistem logistik terintegrasi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi rantai pasok dan konektivitas kawasan industri, fasilitas ini dirancang sebagai tulang punggung logistik yang mengintegrasikan kawasan industri dengan jaringan pelabuhan laut dan distribusi darat secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Dryport Industropolis Batang akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant sekaligus pusat konsolidasi logistik regional yang mampu memangkas biaya distribusi dan waktu tempuh secara signifikan. Dengan konektivitas langsung ke moda kereta api dan ekosistem pelabuhan, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada transportasi berbasis jalan, sekaligus mendorong sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Dikembangkan di atas lahan sekitar 30 hektare, dryport ini dirancang memiliki kapasitas awal hingga 600 ribu sampai 650 ribu TEUs per tahun dan berpotensi meningkat hingga satu juta TEUs seiring pertumbuhan kawasan dan permintaan pasar.

Kehadiran fasilitas ini akan menjadi salah satu simpul logistik darat paling strategis di Indonesia, memperkuat konektivitas antara kawasan industri di Jawa Tengah dengan pelabuhan utama nasional maupun jaringan perdagangan global.

Pengembangan dryport ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan kekuatan BUMN, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan industri. Sinergi antara sektor perkeretaapian, kepelabuhanan, dan pengembangan kawasan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem logistik yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi.


(Ilustrasi industri logistik. Foto: dok Majoo.id)
 

Pastikan kelancaran arus barang


Lebih jauh, KEK Industropolis Batang mengungkapkan proyek ini mempertegas positioning KEK Industropolis Batang sebagai kawasan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan industri manufaktur, tetapi juga sebagai pusat logistik terintegrasi yang mampu mendukung kebutuhan investasi skala besar.

Dengan proyeksi pertumbuhan tenant yang signifikan, keberadaan dryport menjadi elemen krusial dalam memastikan kelancaran arus barang dari kawasan industri menuju pasar domestik maupun internasional.

Pengembangan ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari finalisasi konsep dan studi kelayakan pada 2026, dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur dan integrasi sistem pada periode 2027 hingga 2028, hingga tahap operasional dan ekspansi sesuai kebutuhan pasar. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membangun fondasi logistik yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan para mitra strategis, KEK Industropolis Batang terus bergerak memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi unggulan yang siap menjawab tantangan dan peluang industri masa depan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan struktur logistik nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)