Kurir perempuan di Lion Parcel. Foto: Dok istimewa
Lingkungan Kerja Inklusif Bantu Perempuan Berdaya Secara Ekonomi
Eko Nordiansyah • 27 April 2026 15:42
Jakarta: Lion Parcel menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun untuk berkembang, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini, lebih dari 25 persen karyawan Lion Parcel merupakan perempuan dan beberapa di antaranya telah menempati posisi strategis di tingkat manajerial.
Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan di industri logistik cukup signifikan, termasuk juga di level pengambilan keputusan. Salah satu kurir perempyuan di Lion Parcel, Putri, 24, membagikan kisahnya menempuh perjalanan panjang setiap hari untuk mengantarkan paket ke tangan konsumen.
Bagi Putri, ia menjalani profesi sebagai kurir dengan penuh keyakinan. Sebelum menjadi kurir penuh waktu di Lion Parcel sejak tahun lalu, ia kerap menemani sang ibu yang dulu bekerja sebagai kurir Lion Parcel selama lebih dari lima tahun, namun harus berhenti karena masalah kesehatan.
“Dulu sering ikut dan bantu mama antar paket, sekarang lanjut sendiri,” ujar Putri dikutip Senin, 27 April 2026.
Cerita di balik tantangan
Menjadi kurir perempuan bukan tanpa tantangan. Di lapangan, Putri menghadapi berbagai respons dari pelanggan, mulai dari yang mengapresiasi, terkejut, hingga yang mempertanyakan. Tak jarang ia mendapat perhatian yang kurang nyaman, seperti godaan atau pertanyaan personal dari pelanggan.“Kadang pelanggan kaget kok kurirnya perempuan. Padahal kita-kita perempuan juga bisa jadi kurir,” ceritanya.
(Putri, salah seorang kurir perempuan di Lion Parcel. Foto: Dok istimewa)
Sementara bagi Tiara, 34, tantangan justru datang dari lingkungannya sendiri yang memandang sebelah mata di awal. Di balik berbagai tantangan itu, ada hal yang membuat para kurir perempuan ini yakin terus melangkah, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan tetap fokus pada tujuan.
“Awalnya keluarga sempat nyuruh cari kerja lain karena saya perempuan. Tapi saya tunjukkan kalau saya nyaman dan menikmati pekerjaan sebagai kurir. Akhirnya mereka sekarang mendukung,” papar Tiara.
Inklusivitas di Lion Parcel
Di tengah dinamika pekerjaan, dukungan lingkungan menjadi hal yang penting. Putri mengaku bahwa tim Lion Parcel telah merangkul bahkan melindungi dirinya. Hal serupa juga dirasakan oleh Tiara, yang menilai bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara kurir laki-laki dan perempuan.Komitmen ini juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendukung para kurir menjalankan perannya. Sejak awal bergabung, kurir mendapatkan pembekalan melalui program pelatihan untuk memahami alur kerja, standar operasional, serta hal-hal yang perlu diperhatikan di lapangan.
Selain itu, Lion Parcel juga secara rutin menghadirkan ruang interaksi melalui kegiatan silaturahmi bersama para kurir. Melalui forum ini, para kurir dapat saling berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, sekaligus mendapatkan informasi terbaru terkait program perusahaan.
Lebih dari sekadar pekerjaan, menjadi kurir telah membawa perubahan dalam hidup Putri dan Tiara, baik dari sisi kemandirian, kepercayaan diri, hingga peran dalam keluarga. Di momen Hari Kartini, Putri berpesan agar perempuan terus mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang baik.
“Harus berusaha biar dapat kesempatan itu, apapun caranya yang penting dilakukan dengan cara yang baik dan benar,” ujarnya.