Sjafrie Sebut Pembentukan BOP Untuk Bantu Palestina di Gaza

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez

Sjafrie Sebut Pembentukan BOP Untuk Bantu Palestina di Gaza

Rahmatul Fajri • 19 May 2026 16:27

Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan alasan di balik keputusan Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace (BoP), yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurutnya, organisasi tersebut diinisiasi untuk membantu menyelesaikan krisis di Palestina. 

Hal itu disampaikan Sjafrie saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Ia memaparkan bahwa eskalasi ketegangan di Timur Tengah menjadi pemantik keterlibatan aktif Indonesia dalam forum tersebut.

"Yang menarik, Israel meningkatkan tekanan internasional yang berkaitan dengan Gaza. Nah inilah yang mengaitkan kita terhadap BoP. Sebagaimana diketahui, bahwa BoP itu adalah suatu inisiatif dari Presiden AS untuk membantu Palestina di Gaza," ujar Sjafrie.
 


Sjafrie menjelaskan bahwa posisi Indonesia di mata Donald Trump sangat strategis karena statusnya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, ditambah komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto terhadap isu kemanusiaan di Gaza. Faktor tersebut yang membuat Trump akhirnya secara khusus mengajak Indonesia masuk ke dalam BoP.

Kendati demikian, keikutsertaan Indonesia tidak serta-merta tanpa syarat. Sjafrie menekankan bahwa Presiden Prabowo mengajukan prasyarat tegas untuk tetap melindungi posisi faksi perjuangan Palestina, Hamas, serta menghentikan segala bentuk operasi militer yang mengorbankan warga sipil.

"Ini yang jadi catatan kita, dan ini disetujui beberapa negara Arab, termasuk Saudi Arabia," papar Sjafrie.

Selain BoP, diplomasi bilateral antara Prabowo dan Trump tersebut juga membawa Indonesia masuk ke dalam pembentukan pasukan perdamaian International Stabilization Force (ISF).


Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres

Namun, Sjafrie mengungkapkan bahwa implementasi dari misi kemanusiaan BoP maupun ISF saat ini mengalami hambatan besar di tingkat global. Dinamika geopolitik yang memanas antara Washington dan Teheran membuat program inisiatif Donald Trump tersebut menjadi terbengkalai.

"Nah, karena BoP left behind, ISF juga left behind, walaupun kita di Indonesia, Panglima TNI sudah menyiapkan brigade komposit untuk geostrategi dan geopolitik dan inisiatif Presiden AS belum mendapatkan suatu arahan implementasi, maka sampai saat ini ISF kita masih standby," kata Sjafrie.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)