Banjir yang merendam Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (17/5). Sumber foto : BPBD Kabupaten Kubu Raya
BNPB: Ribuan Rumah Terendam Banjir di Empat Provinsi
Lukman Diah Sari • 20 May 2026 16:09
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa bencana banjir terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, yakni periode Selasa, 19 Mei hingga Rabu, 20 Mei 2026, pukul 07.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkap ribuan unit rumah hingga faslitas umum terdampak.
Abdul memerinci peristiwa banjir di empat provinsi tersebut, yakni:
Banjir di Kalimantan Barat
Abdul mengungkap, banjir terjadi di Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu, 17 Mei 2026. Banjir terjadi setelah hujan deras dalam waktu yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut."BPBD Kabupaten Kubu Raya melaporkan sebanyak 714 unit rumah, 3 fasilitas pendidikan, dan 2 fasilitas ibadah terdampak banjir. Petugas telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, dan penanganan darurat bagi korban terdampak," ungkap Abdul, dalam keterangan resmi, Rabu, 20 Mei 2026.
Banjir di Jawa Timur
Kemudian, banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 19 Mei 2026. Peristiwa ini, menurut Abdul, dipicu cuaca ekstrem yang mengakibatkan peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang ke wilayah pemukiman."Empat kecamatan terdampak antara lain; Purwosari, Bangil, Pandaan, dan Pohjentrek," ujar dia.
Dia mengungkap Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan diturunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan korban terdampak. Hasil kaji cepat sementara tercatat 1.867 unit rumah dan satu jembatan terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.
"Sampai hari ini tidak ada informasi warga yang mengungsi, petugas masih bersiaga untuk evakuasi warga jika diperlukan," jelas Abdul.

Banjir yang melanda pemukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (19/5). Sumber foto : BPBD Kabupaten Pasuruan
Banjir di Sulawesi Tengah
Selanjutnya, banjir juga terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 15.10 Wita. BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan wilayah terdampak ada di Desa Siapola, Kecamatan Moutong dan Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu."Sebanyak 66 unit rumah, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah dan akses jalan desa terdampak akibat kejadian ini," ungkap dia.
Kondisi banjir hingga Selasa malam, 19 Mei 2026, banjir di Desa Gunung Sari masih belum surut. Sementara di Desa Sialopa banjir berangsur surut.
"Masyarakat dan relawan bergotong-royong melakukan pembersihan sampah dan lumpur sisa banjir," kata Abdul.
Banjir di Kalimantan Tengah
Abdul melanjutkan, banjir juga terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, yang merendam delapan deas dan dua kelurahan di tiga kecamatan, yakni Mentaya Hulu, Baamang, dan Mantawa Baru Ketapang. Banjir terjadi pada Selasa, 19 Mei 2025, pukul 08.00 WIB."Petugas mencatat 153 unit rumah, 5 fasilitas ibadah, 9 fasilitas pendidikan dan akses jalan desa terdampak banjir. Banjir dilaporkan surut di hari yang sama, namun petugas masih bersiaga untuk mengantisipasi adanya banjir susulan," jelas dia.
Masyarakat Diminta Siaga Bencana
Sementara itu, menyikapi masih tingginya curah hjan di wilayah Tanah Air, kata Abdul, pihaknya mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan potensi bencana alam.Masyarakat pun diimbau melakukan evakuasi mandiri dan menggunakan jalur evakuasi aman, bila terjadi hujan dengan intesitas tinggi dan durasi lama.
"Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," pesan Abdul.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com