4.800 Hektare Lahan PTPN Disiapkan untuk Pengembangan Kedelai

PTPN Group dan KUAB siapkan pengembangan kedelai 4.800 hektare. Foto: dok PTPN.

4.800 Hektare Lahan PTPN Disiapkan untuk Pengembangan Kedelai

Ade Hapsari Lestarini • 13 September 2026 08:30

Jakarta: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) menyiapkan pengembangan budi daya kedelai di sejumlah lahan milik PTPN Group dengan potensi areal sekitar 4.800 hektare.

 
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budi daya kedelai dari hulu hingga hilir. Salah satu fokus kerja sama adalah pembangunan Pusat Pengembangan Benih Kedelai untuk mendukung ketersediaan benih bagi pengembangan komoditas tersebut.
 
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT KUAB Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III (Persero) Agung Setya Imam Efendi. Acara tersebut disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna dan Utusan Khusus Presiden Hashim S. Djojohadikusumo.
 
Hashim menilai kerja sama tersebut dapat mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada kedelai. Ia berharap pengembangan kedelai nasional dapat mencapai target tersebut dalam tiga hingga empat tahun.
 
"Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia," ujar Hashim dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTPN Group dan PT KUAB di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2026.
 

Peluang pengembangan ekosistem kedelai

 
Ia juga melihat peluang pengembangan ekosistem perbenihan kedelai yang dapat memasok benih kepada koperasi dan petani di berbagai daerah.
 
"Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3-4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai," kata dia.
 
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan PTPN Group akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi dalam pelaksanaan kerja sama tersebut.

 
"PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, serta keberlanjutannya dapat diuji dan dievaluasi secara objektif," kata Denaldy.
 
Menurut dia, PTPN Group memiliki pengalaman pengelolaan perkebunan, kapabilitas operasional, dan potensi aset yang dapat disinergikan dengan teknologi, varietas, pendanaan, serta kemampuan budi daya yang dimiliki PT KUAB.
 
Dalam rencana kerja sama tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) akan berperan sesuai dengan kepemilikan dan pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budi daya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya.
 
Sementara itu, PT KUAB akan berperan dalam pelaksanaan budi daya, penyediaan teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan.
 

Potensi pengembangan 4.800 hektare

 
Rencana pengembangan mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi areal sekitar 4.800 hektare. Lokasi tersebut meliputi Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.
 
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya mencakup budi daya, tetapi juga penguatan sistem perbenihan yang dapat dikembangkan bersama koperasi dan petani di berbagai daerah.
 
Rencana tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan pengembangan kedelai nasional. Pemerintah juga menyiapkan rencana penugasan kepada PTPN Group untuk mengembangkan kedelai hingga 250 ribu hektare secara bertahap sampai 2029.
 
Kolaborasi PTPN Group dan PT KUAB menjadi salah satu tahap awal untuk mengkaji kesiapan lahan, produktivitas, model bisnis, aspek teknis, dan keberlanjutan pengembangan kedelai.
 
Sebelum penandatanganan Nota Kesepahaman, kedua pihak telah melakukan kunjungan dan pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budi daya. Kegiatan tersebut mencakup pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal, dan penyusunan rancangan kerja sama.
 
Pengembangan lahan dan perbenihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi kedelai sekaligus membangun ekosistem yang mencakup penyediaan benih, budi daya, hingga peningkatan kapasitas petani..

(Ade Hapsari Lestarini)