Tim SAR Temukan Lokasi Jatuh Pesawat ATR 400 Kurang dari 24 Jam

Serpihan Pesawat ATR 400 ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung. Dokumentasi/Istimewa

Tim SAR Temukan Lokasi Jatuh Pesawat ATR 400 Kurang dari 24 Jam

Silvana Febiari • 18 January 2026 15:25

Pangkep: Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 400 di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026. Penemuan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah operasi pencarian dimulai.

Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan unsur TNI AD bersama TNI AU, TNI AL, Polri, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Tim bergerak cepat dan terkoordinasi menyusuri medan pegunungan yang ekstrem dengan kondisi alam yang menantang, sebagai bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan lokasi pesawat dapat segera diidentifikasi.

Hasil signifikan mulai diperoleh pada pukul 07.17 WITA dengan ditemukannya serpihan awal pesawat. Selanjutnya, pada pukul 08.02 WITA, tim darat memastikan keberadaan bagian utama pesawat di lokasi kejadian. 
 


Temuan tersebut meliputi dua bagian besar pesawat, yaitu badan dan ekor pesawat. Beberapa jendela pesawat juga ikut ditemukan, dan seluruhnya telah dicatat titik koordinatnya.

Saat ini, tim SAR gabungan masih bekerja di lokasi penemuan untuk mendukung tahapan lanjutan operasi pencarian dan pertolongan. Sepanjang kegiatan, faktor keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama.

Keberhasilan menemukan lokasi jatuhnya pesawat dalam waktu singkat menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme seluruh unsur SAR gabungan. Mereka tetap solid melaksanakan tugas kemanusiaan meski di tengah keterbatasan medan dan cuaca.


Serpihan Pesawat ATR 400 ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung. Dokumentasi/Istimewa


Diketahui, Pesawat ATR itu ditumpangi sebanyak 11 orang dengan rute Yogyakarta menuju Kota Makassar dilaporkan hilang kontak pukul 13.17 WITA, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Lokasi hilang kontak berada di titik koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT, di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep.

Tercatat ada delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang, yakni Captain Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Captain Sukardi, Hariadi,Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, Esther Aprilita. Penumpangnya atas nama Deden, Ferry, dan Yoga.

Operasi SAR melibatkan unsur dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat. Saat ini, operasi SAR pencarian korban masih berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)