Tiongkok Sindir Pernyataan Trump soal Moralitas Diri sebagai Batas Kekuasaan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. (Antara)

Tiongkok Sindir Pernyataan Trump soal Moralitas Diri sebagai Batas Kekuasaan

Willy Haryono • 14 January 2026 17:20

Beijing: Pemerintah Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk menjunjung tinggi hukum internasional, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa satu-satunya hal yang membatasi kekuasaannya adalah moralitasnya sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Beijing.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menegaskan bahwa hukum internasional yang berlandaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan fondasi utama tatanan global saat ini. Menurutnya, hukum internasional menjadi dasar penting dalam penyelesaian sengketa antarnegara.

“Menjunjung hukum internasional adalah kunci untuk menjaga keadilan dan mencegah kembalinya hukum rimba dalam hubungan internasional,” ujar Mao Ning kepada wartawan, merespons pernyataan Trump mengenai batas kekuasaannya di tingkat global.

Tanpa menyebut Amerika Serikat secara langsung, Mao Ning menekankan bahwa negara-negara besar memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mematuhi hukum internasional. Ia mengatakan kekuatan besar seharusnya menjadi teladan dalam menghormati kewajiban global, bukan justru meremehkannya.

Pernyataan Tiongkok tersebut merujuk pada wawancara Trump dengan The New York Times pekan lalu. Dalam wawancara itu, Trump menyatakan, “Satu-satunya yang bisa menghentikan saya adalah moralitas saya sendiri,” ketika ditanya mengenai batas kekuasaannya.

Trump juga menyebut dirinya tidak membutuhkan hukum internasional, meskipun mengklaim tidak berniat menyakiti siapa pun.

Saat ditekan apakah pemerintahannya wajib mematuhi hukum internasional, Trump mengatakan bahwa kepatuhan tersebut bergantung pada definisi hukum internasional itu sendiri. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Trump: Saya Tidak Butuh Hukum Internasional

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)