Sekjen NATO Mark Rutte. (Anadolu Agency)
NATO Siap Perkuat Keamanan Arktik dalam Langkah Antisipasi Rivalitas Global
Willy Haryono • 13 January 2026 14:43
Brussel: Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan pada Senin bahwa negara-negara anggota aliansi tengah membahas langkah-langkah strategis untuk menjamin keamanan di kawasan Arktik. Pembahasan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya risiko aktivitas militer dan ekonomi Rusia serta Tiongkok di wilayah yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovi? di Zagreb, Rutte menekankan bahwa mencairnya es di kawasan kutub telah membuka jalur pelayaran baru yang berpotensi memicu kerawanan keamanan.
Saat ini, tujuh dari delapan negara Arktik merupakan anggota NATO, yakni Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Swedia, sementara Rusia menjadi satu-satunya negara Arktik di luar aliansi.
Rutte juga menyoroti meningkatnya peran Tiongkok di kawasan tersebut. Ia menyebut Beijing kini memposisikan diri sebagai negara “dekat Arktik," meski tidak memiliki wilayah geografis di kawasan itu. Menurutnya, intensitas aktivitas dan kepentingan Tiongkok di Arktik meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“China hampir menjadi semacam negara Arktik, bukan secara geografis, melainkan melalui besarnya jumlah aktivitas dan kepentingan mereka di wilayah tersebut,” ujar Rutte.
Ia menambahkan bahwa NATO telah merampungkan diskusi internal pada tahun lalu dan kini tengah mengerjakan langkah-langkah tindak lanjut praktis guna memperkuat kerja sama antaranggota di wilayah utara.
Peningkatan keterlibatan NATO di Arktik disebut sebagai respons atas permintaan tujuh negara sekutu di kawasan High North sejak 2025. Rutte juga mengonfirmasi adanya rencana sekelompok negara Eropa, yang dipimpin Inggris dan Jerman, untuk memperluas kehadiran militer mereka di Greenland sebagai bagian dari strategi kolektif aliansi.
Di sisi lain, Plenkovi? menekankan pentingnya dialog untuk meredakan ketegangan terkait status Greenland.
“Saya yakin melalui diskusi kita dapat menemukan solusi yang menjamin keamanan Amerika Serikat sekaligus memastikan Greenland tetap menjadi bagian dari Denmark,” ujarnya.
Terkait hubungan dengan Amerika Serikat, Rutte menepis anggapan adanya krisis internal di tubuh NATO. Ia justru memuji tekanan Presiden AS Donald Trump yang mendorong negara-negara sekutu meningkatkan anggaran pertahanan agar lebih seimbang dengan belanja militer Washington.
“Saya percaya Donald Trump melakukan hal yang benar bagi NATO dengan mendorong kita semua untuk berbelanja lebih banyak guna menyetarakan pengeluaran Amerika Serikat. Pujian saya didasarkan pada fakta yang ada,” kata Rutte. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Menhan Belgia Dorong Peningkatan Kehadiran Pasukan NATO di Greenland