Gegana Polda Jateng Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa di Jepara

Tim Gegana Polda Jateng melakukan penyelidikan di pabrik yang terbakar. Metrotvnews.com/ istimewa

Gegana Polda Jateng Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa di Jepara

Rhobi Shani • 19 January 2026 14:19

Jepara: Polres Jepara bersama Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah menyelidiki dampak kimia akibat kebakaran hebat yang melanda pabrik busa di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan setelah insiden tersebut.

Kebakaran terjadi di pabrik busa milik PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Nalumsari, pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Pabrik itu menyimpan berbagai material plastik serta gas LPG aktif yang digunakan sebagai bahan bakar mesin produksi.


Tim Gegana Polda Jateng melakukan penyelidikan di pabrik yang terbakar. Metrotvnews.com/ istimewa 

Saat kejadian, asap hitam pekat membubung tinggi dan menyelimuti area sekitar. Bau gas LPG juga tercium menyengat sehingga memicu kekhawatiran warga setempat.

Kabag Ops Polres Jepara, Kompol Sutono, mengatakan Tim Detasemen Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Gegana Brimob Polda Jateng telah diterjunkan untuk melakukan analisis dampak kimia. Sebanyak 23 personel terlibat dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026.

“Kami meminta tim dari Polda Jawa Tengah untuk menganalisis dampak kimia. Hasilnya seperti apa nanti akan kita sampaikan,” ujar Sutono, Senin, 19 Januari 2026.

Dalam proses pemadaman, Polres Jepara juga mengerahkan satu unit water canon untuk membantu petugas pemadam kebakaran. Upaya tersebut dilakukan karena sumber air di sekitar lokasi terbatas.

“Water canon tadi juga kita terjunkan, bolak-balik mencari sumber air, karena semprotannya tidak bisa sekuat mobil pemadam,” ucapnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki. Pendataan kerugian materiil juga terus dilakukan oleh pihak terkait.

Polres Jepara mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat bangunan dan area industri yang menyimpan bahan mudah terbakar. Warga diminta segera melapor apabila menemukan situasi darurat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)