Uni Eropa Sebut Tarif AS soal Greenland Bisa Rusak Hubungan Transatlantik

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. (EPA-EFE)

Uni Eropa Sebut Tarif AS soal Greenland Bisa Rusak Hubungan Transatlantik

Willy Haryono • 18 January 2026 18:44

Brussels: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa pada Sabtu kemarin memperingatkan bahwa rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menerapkan tarif terkait Greenland berpotensi merusak hubungan transatlantik.

Dalam pernyataan terpisah melalui platform media sosial X, von der Leyen dan Costa menegaskan bahwa integritas wilayah dan kedaulatan merupakan prinsip fundamental hukum internasional yang harus dihormati, baik oleh Eropa maupun komunitas internasional secara keseluruhan.

Kedua pemimpin Uni Eropa itu juga menyoroti latihan militer Denmark yang telah dikoordinasikan sebelumnya dan dilakukan bersama negara-negara sekutu. Menurut mereka, latihan tersebut bertujuan memperkuat keamanan di kawasan Arktik dan tidak dimaksudkan sebagai ancaman bagi pihak mana pun.

“Uni Eropa berdiri dalam solidaritas penuh dengan Denmark dan rakyat Greenland,” kata von der Leyen dan Costa, dikutip dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.

Keduanya menekankan pentingnya dialog serta menyatakan komitmen untuk melanjutkan proses komunikasi yang telah dimulai sejak pekan lalu antara Denmark dan Amerika Serikat.

Mereka memperingatkan bahwa penerapan tarif berisiko merusak hubungan transatlantik dan memicu eskalasi yang semakin tidak terkendali dan berbahaya. Uni Eropa, kata mereka, akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen menjaga kedaulatan serta kepentingannya.

Sebelumnya pada Sabtu, Trump menyatakan bahwa Washington akan memberlakukan tarif baru atas barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, dengan tarif yang akan meningkat tajam pada Juni. Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan alasan keamanan nasional yang berkaitan dengan Greenland.

Greenland, wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, menjadi perhatian Amerika Serikat karena posisinya yang strategis serta potensi kekayaan sumber daya mineral, di tengah kekhawatiran meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik.

Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat perlu mengakuisisi Greenland demi kepentingan keamanan nasional serta untuk mencegah Rusia atau Tiongkok memperluas pengaruh di wilayah tersebut.

Namun, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah menolak setiap proposal penjualan pulau itu dan kembali menegaskan kedaulatan Denmark atas Greenland.

Baca juga:  Trump Ancam Tarif Impor bagi Negara yang Tak Dukung AS Kuasai Greenland

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)