IHSG Tembus Rekor Baru, Pasar Sambut Data Ekonomi Positif

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Tembus Rekor Baru, Pasar Sambut Data Ekonomi Positif

Ade Hapsari Lestarini • 5 January 2026 17:22

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat mencapai level tertinggi sepanjang masa, seiring data perekonomian domestik yang tercatat stabil.

IHSG ditutup menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.

"Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, posisi neraca perdagangan Indonesia November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 5 Januari 2026.

Sementara dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar USD2,66 miliar dan inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan sebesar 2,92 persen year-on-year (yoy).

Laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen. Sementara dari mancanegara, pelaku pasar tampaknya mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan AS terhadap Venezuela.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

 

Pelaku pasar alihkan fokus perhatian ke Tiongkok


Pelaku pasar cenderung mengalihkan fokus perhatian terhadap rilis survei swasta yang menunjukkan aktivitas bisnis di Tiongkok tetap ekspansif untuk bulan ke tujuh berturut-turut pada Desember 2025, meskipun sedikit turun menjadi 52,0 pada Desember 2025 dari sebelumnya 52,1 pada November 2025.

Data itu menunjukkan dukungan oleh aktivitas jasa yang lebih kuat dan peningkatan kembali produksi pabrik. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk mempertahankan momentum setelah pertumbuhan sekitar lima persen pada 2025.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,21 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,76 persen.

Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun sebesar 0,50 persen. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.010.984 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 70,26 miliar lembar saham senilai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham naik, 246 saham menurun, dan 114 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.493,30 poin atau 2,97 persen ke 51.832,80, indeks Hang Seng menguat 8,76 poin atau 0,03 persen ke 26.347,24, indeks Shanghai menguat 54,57 poin atau 1,38 persen ke 4.023,41, dan indeks Strait Times menguat 24,37 poin atau 0,52 persen ke 4.680,50.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)