Pelatihan Kewirausahaan Perempuan Dorong Kemandirian Ekonomi

Kegiatan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan. Foto: Dok. Istimewa.

Pelatihan Kewirausahaan Perempuan Dorong Kemandirian Ekonomi

Naufal Zuhdi • 9 June 2026 23:06

Jakarta: Peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan dihadirkan melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Program ini membuka peluang usaha rumahan yang kompetitif dengan memanfaatkan komoditas yang mudah dijumpai.

"Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi perempuan dan keluarganya," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 9 Juni 2026.

Salah satu implementasi program tersebut sukses digelar di Kota Serang, Banten, pada 25 Mei 2026 dengan menggandeng Rumah Sandiuno Indonesia. Di wilayah ini, para peserta dibekali keterampilan mengolah pisang menjadi produk bernilai jual tinggi.

Produk olahan itu seperti pisang sale dan banana coin. Kegiatan ini lengkap dengan pendampingan manajemen keuangan serta strategi penentuan harga jual.

Sandiaga membeberkan, hasil dari pelatihan olahan pisang tersebut menunjukkan respons pasar yang sangat positif. Hanya dalam waktu sekitar tiga jam pascapelatihan, sejumlah peserta langsung kebanjiran pesanan dalam jumlah yang signifikan.

Tercatat, seorang peserta bernama Utami berhasil meraup pesanan sebanyak 300 produk dengan potensi pendapatan mencapai Rp4,5 juta. Langkah impresif ini juga diikuti oleh Nunung, peserta lain yang sukses mengamankan pesanan sebanyak 220 produk dengan potensi omzet menembus Rp3,3 juta.

Tak berhenti di Serang, gelombang pelatihan serupa juga menyasar kawasan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada 5 Juni 2026, lewat kolaborasi bersama Komite Pencegahan Stunting Nasional. Di Jakarta, fokus pelatihan bergeser pada pembuatan kue lumpur ayam dan banana choco bread.

Kegiatan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan. Foto: Dok. Istimewa.

Peserta dari Jakarta Timur, Azizah, sukses mencatatkan diri sebagai peraih sistem prapesan (pre-order) tercepat dengan total 80 produk. Sementara, peserta lain bernama Aulia menyusul dengan perolehan pesanan sebanyak 60 produk.

Melihat antusiasme dan hasil di lapangan, Sandiaga meyakini kaum perempuan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika diberikan stimulus berupa pelatihan dan pendampingan yang tepat guna. Ia berharap program ini melahirkan lebih banyak srikandi wirausaha yang mandiri.

"Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Sandiaga.

(Anggi Tondi)