Presiden AS Donald Trump. (EFE)
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Ditandatangani di Hari Minggu
Willy Haryono • 14 June 2026 11:15
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Washington dan Teheran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu, 14 Juni 2026, meski Iran sebelumnya menyampaikan keraguan mengenai waktu pasti penandatanganan.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk seluruh lalu lintas pelayaran setelah kesepakatan tersebut resmi berlaku.
"Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan terbuka untuk semua," tulis Trump, seperti dikutip dari BBC.
Ia juga menyinggung persediaan uranium yang telah diperkaya milik Iran. Menurut Trump, material tersebut nantinya akan diamankan dan dihancurkan setelah situasi benar-benar stabil.
Trump turut memperingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki "alternatif terakhir" apabila proses penyelesaian konflik tidak berjalan cepat dan lancar, meski ia berharap opsi tersebut tidak perlu digunakan kembali.
Pakistan Optimistis Kesepakatan Segera Tercapai
Pernyataan Trump sejalan dengan optimisme yang sebelumnya disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.Melalui unggahan di media sosial X, Sharif mengatakan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan difinalisasi dalam 24 jam ke depan.
Menurutnya, Pakistan yang berperan sebagai mediator utama dalam perundingan tersebut telah mempersiapkan proses penandatanganan elektronik segera setelah kesepakatan dirampungkan.
"Kita lebih dekat dengan kesepakatan damai daripada sebelumnya," tulis Sharif.
Meski demikian, Iran masih bersikap hati-hati terkait jadwal penandatanganan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan publik perlu menunggu kepastian lebih lanjut mengenai tanggal penandatanganan nota kesepahaman yang sedang dibahas.
"Kita harus menunggu dan melihat tanggal pasti penandatanganan nota kesepahaman, meskipun itu tidak akan terjadi besok," kata Baghaei.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan kesepakatan dengan Amerika Serikat sudah sangat dekat untuk dicapai.
Menurut Araghchi, rancangan perjanjian mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun, pembahasan mengenai program nuklir Iran disebut akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Perbedaan Pandangan Masih Muncul
Meski sejumlah rincian telah dikonfirmasi oleh pejabat kedua negara, masih terdapat perbedaan pandangan mengenai beberapa poin utama kesepakatan.Laporan sebelumnya dari Amerika Serikat menyebut isu Lebanon kemungkinan tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Namun Iran disebut mendorong agar konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah juga menjadi bagian dari penyelesaian.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah versi kesepakatan sempat disebut hampir tercapai, namun gagal diselesaikan pada tahap akhir.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dimulai setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi serangkaian serangan balasan yang turut memengaruhi keamanan kawasan Teluk dan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata diumumkan pada April lalu, kedua pihak masih beberapa kali terlibat aksi saling serang dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Pakistan Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani dalam 24 Jam