Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Salah Kirim Saldo di DANA

Ilustrasi transfer dana. Foto: mediakonsumen.com

Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Salah Kirim Saldo di DANA

Husen Miftahudin • 15 June 2026 15:15

Jakarta: Digitalisasi layanan keuangan membuat proses transfer dana menjadi lebih cepat dan praktis. Hanya dengan beberapa kali klik, pengguna dapat memindahkan saldo ke rekening atau dompet digital tujuan.

Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko kesalahan transfer masih kerap terjadi. Salah memasukkan nomor tujuan atau kurang teliti saat mengecek identitas penerima menjadi penyebab utama dana terkirim ke orang yang tidak semestinya.

Kondisi ini sering memunculkan pertanyaan, apakah dana yang salah transfer masih bisa dikembalikan?

Mengacu pada panduan resmi aplikasi DANA, pengguna tetap memiliki peluang untuk mengajukan pengembalian dana dengan segera melaporkan transaksi yang salah.
 

Langkah mengatasi salah transfer


Jika pengguna menyadari telah salah mengirim saldo, berikut langkah yang dapat dilakukan:
  • Buka aplikasi DANA dan periksa riwayat transaksi.
  • Catat detail transaksi yang salah kirim, meliputi waktu transaksi, nomor tujuan, dan nominal transfer.
  • Hubungi asisten digital DANA melalui fitur chat di pojok kanan bawah aplikasi.
  • Sampaikan permasalahan secara jelas beserta detail transaksi yang salah.
  • Ikuti instruksi yang diberikan, termasuk mengunggah bukti transaksi.
  • Lakukan proses verifikasi identitas hingga selesai.

Semakin cepat laporan diajukan, semakin besar peluang proses penanganan dapat dilakukan.
 
Baca juga: Begini Cara Top Up Dana Melalui Aplikasi Seabank


(Ilustrasi. Foto: dok Istimewa)
 

Tips mencegah salah transfer


Agar kesalahan serupa tidak terulang, pengguna disarankan lebih teliti sebelum melakukan transaksi digital.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
 

1. Periksa detail penerima

Pastikan nomor tujuan dan nama penerima sudah sesuai sebelum menekan tombol kirim.
 

2. Simpan kontak favorit

Gunakan fitur favorit untuk menyimpan nomor tujuan yang sering digunakan agar meminimalkan risiko salah input.
 

3. Aktifkan notifikasi transaksi

Notifikasi dapat membantu pengguna memantau setiap aktivitas transaksi secara real-time.
 

4. Luangkan waktu untuk verifikasi

Jangan terburu-buru saat melakukan transfer. Memeriksa ulang data penerima hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi dapat menghindarkan dari potensi kerugian.

Kesalahan transfer dapat terjadi pada siapa saja. Karena itu, ketelitian menjadi faktor utama dalam setiap transaksi digital agar dana tetap aman dan sampai ke tujuan yang benar. (Adrian Bachtiar)

(Husen Miftahudin)