Fenomena Super New Moon Picu Banjir Rob di Bali hingga 20 Juni

Ilustrasi - Warga memancing di pesisir Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (11/6/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Fenomena Super New Moon Picu Banjir Rob di Bali hingga 20 Juni

Lukman Diah Sari • 11 June 2026 15:26

Denpasar: Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi rob di sejumlah pesisir di Bali. Banjir rob dipicu fenomena Super New Moon, yang diprakirakan pada 12-20 Juni 2026.

“Potensi banjir pesisir ini berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Kamis, 11 Juni 2026, melansir Antara.

Ilustrasi - Sebagian pedestrian di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ambles akibat diterjang ombak tinggi, Kamis (1/1/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Selain dipicu bulan baru, kata dia, rob terjadi lantaran fase bulan perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi pada 15 Juni 2026. Sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Bali, yakni:

  1. Pesisir Selatan Kabupaten Jembrana
  2. Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan
  3. Pesisir Kabupaten Badung
  4. Pesisir Kota Denpasar
  5. Pesisir Kabupaten Gianyar
  6. Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.
"Dampak rob berpotensi mempengaruhi aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir dan aktivitas tambak garam dan perikanan darat," jelas dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infobmkg, @bmkgbali dan aplikasi Info BMKG serta melalui laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg.go.id.

(Lukman Diah Sari)