PM Pakistan: AS dan Iran Akan Bahas Isu Nuklir hingga Aset Beku dalam 60 Hari

PM Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan AS dan Iran akan membahas isu nuklir hingga aset beku usai pertemuan di Swiss. (Anadolu Agency)

PM Pakistan: AS dan Iran Akan Bahas Isu Nuklir hingga Aset Beku dalam 60 Hari

Willy Haryono • 23 June 2026 20:06

Islamabad: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk program nuklir, aset Iran yang dibekukan, serta rudal balistik dalam perundingan teknis selama 60 hari ke depan guna mencapai kesepakatan permanen antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sharif saat berpidato di hadapan Majelis Nasional Pakistan pada Selasa (23/6), menyusul berakhirnya putaran awal perundingan teknis AS-Iran di Bürgenstock, Swiss.

"Kedua pihak akan membahas isu nuklir, aset yang dibekukan, dan isu rudal balistik dalam 60 hari ke depan. Kami berharap nota kesepahaman ini dapat berkembang menjadi kesepakatan jangka panjang dalam 60 hari mendatang," kata Sharif.

Ia merujuk pada Islamabad Memorandum of Understanding (MoU), dokumen yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni dengan Pakistan turut menjadi pihak mediator.

Namun demikian, pernyataan Sharif tampak berbeda dengan posisi resmi Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada hari yang sama menegaskan bahwa kemampuan rudal Iran tidak pernah menjadi bagian dari agenda pembahasan dengan Washington.

Menurut Baghaei, program rudal Iran merupakan bagian dari kebijakan pertahanan nasional yang tidak masuk dalam ruang lingkup negosiasi saat ini.

Ia juga menyatakan Teheran tidak berencana mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakses fasilitas nuklir yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel selama konflik sebelumnya.

"Program rudal Iran tidak pernah dimasukkan dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat," tegas Baghaei.

Kemajuan Signifikan

Sharif menilai perundingan yang berlangsung di Swiss telah menghasilkan kemajuan yang signifikan dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.

Ia menyebut kedua pihak telah menyepakati peta jalan atau roadmap untuk melanjutkan proses negosiasi dalam 60 hari mendatang.

"Telah terjadi kemajuan bersejarah dalam perundingan antara kedua negara yang sebelumnya terlibat konflik," ujarnya.

Perundingan di Bürgenstock yang dimediasi Pakistan dan Qatar berakhir pada Senin dini hari dengan sejumlah kesepakatan terkait mekanisme implementasi dan pengawasan pelaksanaan MoU Islamabad.

Tahap berikutnya diperkirakan akan berfokus pada isu-isu paling sensitif yang selama bertahun-tahun menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Teheran, termasuk masa depan program nuklir Iran, pencabutan pembatasan ekonomi, serta akses terhadap aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut kedua pihak telah membahas mekanisme pengawasan gencatan senjata, keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta langkah-langkah untuk memastikan implementasi penuh nota kesepahaman yang ditandatangani pekan lalu.

Pakistan dan Qatar selaku mediator berharap proses tersebut dapat menghasilkan kesepakatan final yang lebih permanen dan mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Presiden Masoud Pezeshkian Kunjungi Pakistan usai Perundingan AS-Iran di Swiss

(Willy Haryono)