Mendorong Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Mendorong Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Eko Nordiansyah • 17 June 2026 19:44

Jakarta: PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mendorong keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Pesraman Agung, sebuah program CSR yang dijalankan oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali, PLTDG Pesanggaran. Program ini hadir sebagai model pemberdayaan berbasis konservasi hutan lindung yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi secara menyeluruh di kawasan Hutan Bambu Sandan, Bali.

Program Pesraman Agung dirancang untuk membuktikan bahwa konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan 17 pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta, program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat penjaga hutan di sekitar kawasan.

Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengatakan, program Pesraman Agung adalah wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab. PLN IP percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya.

"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh untuk kehidupan nyata masyarakat," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 17 Juni 2026.



(Program Pesraman Agung, sebuah program CSR yang dijalankan oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali, PLTDG Pesanggaran. Foto: Dok istimewa)

Mempermudah akses air bagi masyarakat

Salah satu capaian utama program ini adalah terwujudnya akses air yang berkeadilan bagi masyarakat. Sebanyak 55 Kepala Keluarga kini menikmati akses air bersih, sementara 86 petak lahan pertanian seluas sekitar 74 hektare mendapatkan akses irigasi yang memadai.

Inovasi teknologi berupa Hybrid Water Pump System dan pompa hidram menjadi tulang punggung sistem pengelolaan air yang berkelanjutan ini, menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.

Pada aspek lingkungan, Hutan Bambu Sandan yang menjadi lokasi program terbukti berkontribusi dalam penyerapan karbon hingga 42.875,81 ton CO2. Program ini juga melakukan penanaman dan pengayaan vegetasi melalui ratusan bibit bambu dan pohon buah untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan lindung. Lebih dari 253 petani turut merasakan manfaat dari program adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim yang dijalankan secara terpadu.

Program Pesraman Agung juga mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kerajinan dan anyaman bambu, wisata edukasi, pertanian, serta peternakan. Pemanfaatan material bekas perusahaan seperti palet kayu dan pellet sampah turut memperkuat prinsip circular economy dalam program ini. Selain itu, program ini secara aktif mendorong pelestarian nilai budaya Bali sekaligus melahirkan kader-kader penggerak lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Hingga saat ini, lebih dari 200 orang telah memanfaatkan kawasan Hutan Bambu Sandan sebagai lokasi edukasi, konservasi, dan penelitian, sekaligus menegaskan posisi program ini sebagai model rujukan pemberdayaan berbasis lingkungan di Bali.

"Melalui Program Pesraman Agung, PLN Indonesia Power terus memperkuat perannya sebagai pelopor transisi energi yang berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ungkapnya.

(Eko Nordiansyah)