Kondisi Karhutla di Provinsi Riau. MI
Karhutla di Riau Tembus 15.318 Hektare Sepanjang 2026
Rudi Kurniawansyah • 17 June 2026 14:14
Peanbaru: Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 15.318 hektare. Angka tersebut merupakan rekapitulasi sementara dari hasil analisis citra satelit kerja sama antara Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Lingkungan Hidup.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan dari total luas Karhutla Riau tersebut, sebanyak 14.163,6 hektare terjadi di lahan gambut, sementara sisanya seluas 1.155,4 hektare berada di tanah mineral.
"Dari jumlah luas Karhutla Riau 15.318 ha, seluas 14.163,6 ha terjadi di lahan gambut dan sisanya seluas 1.155,4 ha di tanah mineral," ujar Ferdian Krisnanto di Pekanbaru, Rabu, 17 Juni 2026.
Ferdian menjelaskan sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun 2019 yang merupakan kondisi El Nino, luas Karhutla Riau mencapai 27.782,8 hektare. Sementara pada kondisi El Nino tahun 2023, luas kebakaran turun drastis menjadi hanya 1.860,5 hektare.
"Lonjakan luas Karhutla tahun ini memang signifikan dibandingkan 2023, namun masih di bawah angka tahun 2019 yang merupakan puncak kebakaran saat El Nino," ujarnya.
Ferdian mengungkapkan berbagai langkah cepat pencegahan dan antisipasi dini yang dilakukan selama ini berhasil dan efektif menekan jumlah luas Karhutla, bahkan pada saat kondisi El Nino yang penuh ancaman sekalipun.
"Upaya-upaya pencegahan Karhutla terus dilaksanakan melalui patroli-patroli baik dari darat maupun udara," ujar Ferdian.

Pemadaman karhutla di Provinsi Riau. MI
Menurutnya, patroli intensif dilakukan untuk mempercepat respons apabila terdeteksi adanya kebakaran ataupun keberadaan titik panas atau hotspot. Patroli darat juga digencarkan dengan mengedepankan sosialisasi dan deteksi kondisi lapangan di desa-desa rawan Karhutla.
"Patroli darat juga digencarkan dengan mengedepankan sosialisasi dan deteksi kondisi lapangan di desa-desa rawan Karhutla," ujar Ferdian.