Iran akan membuka Selat Hormuz secara bertahap. Foto: Anadolu
Iran: Lalu Lintas di Selat Hormuz Akan Dibuka Bertahap
Muhammad Reyhansyah • 19 June 2026 12:25
Teheran: Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz akan ditingkatkan secara bertahap sebagai bagian dari pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran IRIB pada Kamis malam, 18 Juni 2026, dewan tersebut menyebut tidak akan ada biaya yang dikenakan kepada kapal yang mengajukan izin melintas selama 60 hari ke depan.
“Tidak ada biaya yang akan dibebankan kepada pemohon selama 60 hari, dan biaya tersebut akan ditanggung oleh Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menambahkan bahwa mekanisme pelaksanaan dan rincian teknis terkait pelayaran di Selat Hormuz akan diumumkan oleh Otoritas Pengelolaan Jalur Perairan Teluk Persia (PGSA).
Pernyataan itu juga menyebut langkah-langkah lain, termasuk pembersihan ranjau di wilayah perairan terkait, akan dilakukan sesuai ketentuan Pasal 5 dalam MoU Islamabad.
Pada Rabu malam, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara elektronik “Memorandum of Understanding Islamabad” yang bertujuan mengakhiri konflik antara Washington dan Teheran.
Para mediator dari Pakistan kemudian mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut telah resmi berlaku. Berdasarkan ketentuan dalam memorandum tersebut, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim, sementara Amerika Serikat mulai mencabut blokade laut yang diberlakukan terhadap Iran.
Selain itu, Washington dan Teheran dijadwalkan menggelar perundingan selama 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan, guna mencapai kesepakatan akhir mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi internasional.